Ketik disini

Selong

Kisah Empu Gandi, Pembuat Keris Asal Apit Aik, Lotim (1) : Puasa Mutih Sembilan Hari, Buat Keris dari Meteorit Luar Angkasa

Bagikan

Lombok Timur punya empu pembuat keris. Namanya Amaq Gandi. Meski banyak orang yang meragukannya, namun ia nyata. Masih hidup dan tinggal di Desa Apit Aik Kecamatan Pringgabaya.

———————————————

Mursalim, nama mudanya. Namun di desa tempat tinggalnya ia lebih dikenal dengan nama Amaq Gandi. Diambil dari nama anak tertuanya yakni Gandi. Disambangi Lombok Post di kediamannya kemarin (6/6). Amaq gandi terlihat tengah berbaring. Tak jauh dari lokasi tempat ia biasa memandai besi.

Tak ada perapian yang menyala. Atau sisa-sia bara ia bekerja. Yang ada hanyalah sisa arang dan sejumlah potongan besi. Melihat kedatangan tamu, istri Amaq Gandi mencoba membangunkan suaminya. Setengah sadar, pria ini pun menyambut hangat.

Seolah tahu maksud kedatangan wartawan Lombok Post ia langsunng menanyakan apakah kedatangan ke rumahnya untuk mencari keris.

a�?Kebetulah tiga bulan ini saya sudah tidak buat,a�? akunya.

Meski demikian, ia mengeluarkan sejumlah keris yang sudah dibuatnya dari dalam rumahnya. Ini merupakan sisa-sisa keris yang dibuatnya namun belum dijual.

a�?Soalnya sepi peminatnya sekarang. Kalaupun ada mereka minta harga yang murah, tidak sesuai dengan biaya pembuatannya,a�? beber pria yang berusia sekitar 60 tahun tersebut.

Padahal, di masa kejayaannya keris buatan Amaq Gandi cukup terkenal. Di masa sebelum teror A�bom bali, Keris buatanya selalu dipasok di salah satu toko keris dan pisau yang ada di Bali. a�?Dulu setiap bulan dipasok di Blade Shop wilayah legian. Tidak hanya keris tetapi juga pemaje, sundri, kelewang dan yang lainnya,a�? tuturnya.

Sayang, kini keris dan sejumlah pisau jenis lainnya buatan Amaq Gandi kurang diminati. Ini akibat isu yang menyeruak bahwa di Lombok tidak ada pembuat keris. Para pengusaha keris atau pandai besi mengungkapkan bahwa keris buatan Amaq Gandi adalah keris asal pulau Jawa. Itu pula yang membuat para pengusaha tak lagi percaya padanya. Sehingga, sejumlah toko yang menjual benda pusaka tak lagi mengambil barang darinya.

a�?Tapi ada juga yang tidak percaya dengan isu itu datang ke sini. Mereka meminta dibuatkan motif keris tersendiri, ada yang dari Malaysia, bahkan Australia dan Bali,a�? bebernya.

Untuk membuat keris di kungkapkan Amaq Gandi tidaklah mudah. Dibutuhkan waktu hingga tiga bulan lebih. Berbeda dengan jenis pisau pemaja atau kelewang yang tak membutuhkan waktu sebanyak itu. Bahan untuk membuat keris dikatakannya harus dipilih dari berbagai lipatan biji besi.

a�?Kalau buat keris itu harus pakai batuan meteorid dari luar angkasa. Itu kami cari di sejumlah gunung yang ada di Lombok,a�? bebernya.

Ini yang dikatakannya banyak tidak dipercaya oleh orang kalau ada biji besi dari meteorid luar angkasa. Namun sekali lagi ia menegaskan bahwa itu memang benar ada. a�?Di sejumlah gunung yang ada di Lombok ini, ada batu meteorid itu,a�? tegasnya.

Selain itu, membuat keris tidaklah sembarangan. Baik waktu dan tata caranya ada aturannya tersendiri. Ada ritual khusus yang harus dilakukan sebelum membuat keris. Misalnya saja dengan melakukan puasa putih selama Sembilan hari. Dimana, sang empu hanya boleh memakan yang putih dan tidak bernyawa. a�?Selama Sembilan hari itu hanya makan nasi putih dan air putih,a�? tuturnya.

Baru kemudian ditentukan tanggal pembuatan keris dan menyiapkan bahan bijih besi yang telah ditentukan. Hal inilah yang membuat harga keris buatan Amaq Gandi mencapai jutaan. Harga yang paling murah dibanderol mulai Rp 1juta hingga Rp 5 juta terangtung ukuran. a�?Biasanya digunakan untuk ritual di Bali. Namun ada juga yang digunakan untuk koleksi dan pajangan budaya,a�? ucapnya. (HAMDANI WATHONI/ Bersambung/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka