Ketik disini

Headline Metropolis

Akhirnya Pembayaran Lahan Mandalika Rampung

Bagikan

MATARAM-Pemberian uang kerahiman kepada warga di kawasan Mandalika Resort akhirnya tuntas. PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) telah membagikan semua uang tali asih kepada 96 orang yang dianggap berhak menerima. Hal itu ditandai dengan pemberian dana kerahiman tahap III sebesar Rp 19,2 miliar dengan luas lahan 43,2 hektare diserahkan langsung kepada 47 orang warga di kantor Gubernur NTB, kemarin (7/6).

Dana itu diserahkan secara bergantian oleh Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin, Kapolda NTB Brigjen Pol Firli, dan Direktur Utama PT ITDC Abdulbar M Mansoer.

Dengan penyerahan tahap III itu, maka tuntas sudah semua penyaluran dana tali asih kepada warga yang selama ini telah menguasai lahan itu selama bertahun-tahun. Sebelumnya pemerintah melalui PT ITDC juga sudah menyalurkan uang kerahiman tahap I dan II sebesar Rp 23,2 miliar lebih bagi 49 orang dengan luas lahan 51,4 hektare. Dengan demikian total lahan yang sudah diselesaikan pembayarannya sebanyak 94,6 hektare dari 109 hektare yang bermasalah.

Ketua Tim Percepatan Mandalika Kapolda NTB Brigjen Pol Firli dalam acara itu mengatakan, tim sudah bekerja selama enam bulan sejak Oktober 2016. Dalam upaya penyelesaian persoalan lahan tersebut, tim membuat standar operasional prosedur (SOP). Sehingga setiap tahapan sudah direncanakan dengan baik. Diantaranya tim harus mengidentifikasi lahan, melakukan pemetaan hinggaA� verifikasi kepemilikan lahan. Dan setelah melakukan uji klinis lahan seluas 109 hektare dibagi menjadi 19 titik yang harus diselesaikan.

Pemberian uang kerahiman sendiri dibagi ke dalam tiga tahap. Tahap pertama ada lima titik dengan luas 3.836 are senilai Rp 12,4 miliar, dibayar tanggal 20 April. Sedangkan tahap II tim sudah melakukan klarifikasi di sejumlah titik dengan luas lahan sekitar 23,68 hektare. Di sana ada 25 penggarap diberikan uang kerahiman sebesar Rp 10,6 miliar yang menguasai lahan seluas 2.368 are. Sedangkan tahap III tim memberikan kepada 47 orang. Terdiri dariA� 35 warga dengan luas 23,91 hektare senilai sebesar Rp 10,7 miliar. Ditambah titik 08 seluas 704 are sehingga total Rp12,4 miliar. Kemudian ditambah titik 11 seluas 1.211 are senilai Rp 5,4 miliar dan titik 16,07 seluas 9,4 ha sebesar Rp 43,6 juta.

Baca Juga

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”8″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”1918″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Sesuai arahan gubernur, maka dengan pemberian uang kerahiman tahap III, maka tugas tim kecil percepatan Mandalika Resort sudah selesai. Karena itu, ia berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Mulai dari unsur pemerintah daerah, TNI dan masyarakat.

Jika ada permasalahan terkait gugatan atas lahan KEK Mandalika maka jaksa akan ditunjuk sebagai pengacara negara. Kemudian terkait pembersihan lahan yang sudah diselesaikan, bukan lagi menjadi bagian tugas tim. Selanjutnya tim akan menyerahkan persoalan KEK Mandalika Resort kepada ITDC untuk melanjutkan pembangunan. Terkait beberapa persoalan yang masih tersisa diharapkan diselesaikan PT ITDC sesuai aturan perundang-undangan. a�?Pasca penyelesaian lahan KEK Mandalika maka selanjutnya ITDC diminta melakukan koordinasi dengan badan pengawas daerah KEK Mandalika yang diketuai gubernur,a�? imbuhnya.

Kepala Biro Pemerintahan NTB Irnadi Kusuma menambahkan, setelah dilakukan verifikasi dari 109 hektare ternyata hanya 108,39 hektare lahan yang ada. Jika saat ini baru 94,6 yang diberikan dana kerahiman, hal itu disebabkan masih ada lahan yang berproses secara hukum di pengadilan. Kemudian ada warga yang tidak mau menerima dana kerahiman. Tapi hingga saat ini mereka belum menentukan apakah akan menempuh jalur hukum atau tidak. a�?Mereka memilih tidak menerima, itu saja,a�? katanya.

Meski ada yang masih menempuh jalur hukum, menurutnya persoalan lahan di KEK Mandalika sudah selesai. Khususnya untuk pemberian uang kerahiman. Kalau pun warga menang di pengadilan, itu sudah tidak menggunakan uang kerahiman, tetapi jual beli antara warga dengan ITDC. a�?Tapi sudah selesai kok, itukan lahan di atas pantai,a�? ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin mengatakan, pemprov sangat bersyukur persoalan lahan di kawasan itu sudah selesai. Sebab hampir 30 tahun masalah lahan tidak pernah bisa diselesaikan. Tapi dengan adanya dukungan pemerintah pusat kini kendala itu bisa diatasi. Baginya kebijakan pusat yang memberikan kerahiman merupakan sebuah langkah percepatan. a�?Menurut saya ini sebuah diskresi karena ini lahan negara,a�? katanya.

Setelah persoalan lahan tuntas, maka ia berharap PT ITDC segera menjalankan tugasnya utamanya untuk membangun, sesuai dengan tujuan awal pembangunan. Pemda juga akan mendukung, memback up sesuai kewenangan yang dimiliki. Masyarakat setempat juga harus diperhatikan dan diberdayakan. Agar siap menerima wisatawan, menjadi tuan rumah destinasi wisata kelas dunia. Demikian juga halnya dengan penyiapan infrastruktur dasar lain yang harus dipenuhi agar investasi cepat masuk. a�?Tanpa itu akan sulit masuk investasi,a�? ujarnya.

Deputi Usaha Energi Logistik Kawasan Pariwisata, Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah dalam pertemuan itu mengatakan, ke depan ada tugas ITDC yang lebih berat lagi. Yakni harus segera membangun kawasan tersebut.A� Apalagi Mandalika sudah masuk prioritas pariwisata nasional. a�?Kita tidak bisa menunggu 29 tahun lagi,a�? katanya.

Kementerian juga meminta kepada ITDC benar-benar memberdayakan ekonomi masyarakat setempat. Termasuk dengan membangun masjid di kawasan tersebut. Dengan demikian, pembangunan itu diharapkan benar-benar berdampak bagi pertumbuhan ekonomi warga.

Pemerintah pusat memberikan target tahun 2019, sebanyak 250 hektare lahan sudah terbangun. Sebab menurutnya akan sangat disayangkan bila potensi alam yang begitu indah akan disia-siakan. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka