Ketik disini

Praya

Dugaan Korupsi Desa Langko Janapria Naik ke Tingkat Penyidikan

Bagikan

PRAYA-Polres Lombok Tengah (Loteng), akhirnya meningkatkan status kasus dugaan penyimpangan anggaran Desa Langko, Janapria. Itu setelah, mereka menemukan dugaan kerugian negara mencapai Rp 200 juta. Uang sebesar itu, bersumber dari APBDes tahun 2015 lalu.

a�?Kendati demikian, sampai sekarang kami belum menetapkan siapa tersangkanya,a�? kata Kasat Reskrim Polres Loteng AKP Refles P. Girsang SIK, kemarin (7/6).

A�Alasannya mereka masih menunggu hasil perhitungan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTB.

Baca Juga :A�[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”8″ taxonomy=”post_tag” tax_operator=”0″ order=”desc”]

A�a�?Selain Desa Langko, kami juga sedang melakukan penyelidikan terhadap Desa Jago dan Desa Kabul,a�? bebernya.

Dari catatan Lombok Post, kasus Desa Langko ini berawal dari pemecatan salah satu kepala dusun (kadus) setempat. Sekelompok warga pun menolak, kebijakan kepala desa. Bentuk penolakannya, beberapa kali mereka mengelar aksi ke Gedung DPRD Loteng, hingga pernah menyegel kantor desa dua kali.

Penyegelan pertama terjadi pada tahun 2013 lalu. Kala itu, kantor desa di segel selama sembilan bulan. Roda pemerintahan pun dipindah di kediaman sang kades. Terakhir, penyegelan kedua tahun 2016, hanya berlangsung beberapa hari saja.

a�?Terlepas dari dinamika itu semua, kami tetap profesional,a�? tambah Girsang.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka