Ketik disini

Selong

Kasus Hutan Sekaroh, Kades Pemongkong dan Pejabat BPN Jadi Tersangka

Bagikan

SELONG–Enam saksi kasus Sertifikat Hak Milik (SHM) di kawasan Hutan Lindung Sekaroh kini sudah berstatus tersangka. Kejaksaan Negeri Selong menetapkan keenamny sebagai tersangka sejak 19 Mei lalu. Dua diantara tersangka ini merupakan Kepala BPN LobarA� yakni RML dan Kepala Desa Pemongkong yang baru terpilih MM.

a�?Enam tersangka ini lima dari mantan pegawai BPN Lotim satu merupakan Kepala Desa Pemongkong,a�? jelas Kasi Pidsus Iwan Gustiawan.

Baca Juga

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”8″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Keenam tersangka ini yakni JML mantan kepala seksi hak atas tanah yang juga sempat menjabat Kepala BPN Kabupaten Sintang Kalimantan Barat. Selanjutnya ada MM mantan Kasi Pengukuran BPN Lotim, MN mantan Kasubsi Pengendalian Tanah BPN Lotim, FI mantan Kasi Pengaturan dan Penguasaan tanah BPN Lotim serta RML mantan Kasubsi pemberian hak atas tanah BPN Lotim yang saat ini menjabat Kepala BPN Lombok Barat.

Baca Juga :A�[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”8″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Selain keenam tersangka ini, Iwan mengungkapkan besar kemungkinan akan menyusul tersangka baru. Namun pihak kejaksaan saat ini menurutnya memilih maju perlahan. Sambil melihat perkembangan kasusnya. Saat ini berkas keenam tersangka ini akan dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum. Sehingga seceraptnya diharapkan statusnya bisa P21 isehingga bisa diproses pengadilan.

Sejak 19 mei itu semua saksi telah dipanggil ulang untuk meminta keterangan terkait enam orang tersangka ini. Ada sekitar 30 orang yang telah dipanggil untuk kasus yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 60 miliar tersebut. Hanya saja untuk saat ini ada enam orang yang bisa ditetapkan sebagai tersangka akibat terkedala keterbatasan petugas.

Namun demikian, Iwan menjelaskan semua pihak yang diperiksa sebagai saksiA� berpeluang jadi tersangka selama dia ada sangkutan dengan kasus ini. a�?Pasti ada yang lain jadi tersangka,a�? tegasnya. Sementara Kejaksaan fokus pada enam orang ini untuk mendorong ke proses persidangan di pengadilan.

Kepala Desa Pemongkong MM yang dikonfirmasi wartawan memberi penjelasan. Terkait sikap kejaksaan yang menetapkannya sebagai tersangka, ia menilai hal itu ajar-wajar saja. Karena hal tersebut memang tugasnya kejaksaan.

a�?Kalau saya sih kan hanya pelayan masyarakat. Saya hanya melayani permohonan masyarakat hanya sebatas itu,a�? akunya.

Karena dari sejumlah pemohon untuk pembuatan sertifikat tersebut, ia menilai sudah jelas secara nyata masyarakat tinggal di tanah itu. Ia juga mengungkapkan bahwa masyarakat dia sudah menggarap lahan itu cukup lama. a�?Jadi wajarlah saya melayani masyarakat untuk memohon kepada BPN. Yang menyetujui dan terbit atau tidaknya itu kan BPN,a�? klaimnya.

a�?Kami hanya menandatangani permintaan masyarakat yang menyatakan dirinya untuk menguasai dan memiliki lahan tersebut,a�? imbuhnya.

Masyarakat yang mengajukan itu menurut MM adalah masyarakat setempat. Hal itu diperkuat dengan rekomendasi dari kadus. Terlepas kemudian ada pendatang yang atau orang luar yang mengajukan, MM mengaku tidak mengetahui dengan pasti. Selain itu, MM juga beralasan bahwa sampai hari ini tidak tahu batasan kawasan yang hutan lindung. a�?Saya hanya menjalankan tugas sesuai kewenangan yang diberikan negara,a�? tandasnya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka