Ketik disini

Headline Metropolis

Ramadan Jumlah Pengemis di Kota Mataram Meningkat

Bagikan

MATARAM-Peningkatan jumlah pengemis selama Ramadan terjadi sangat signifikan. Selain di persimpangan jalan, mereka menyesaki pusat-pusat keramaian masyarakat.

“Dari Ampenan sampai Cakra ada saja,a�? kata Kadis Sosial HL Indra Bangsawan, kemarin.

Penegasan itu disampaikan sebagai hasil operasi satgas sosial miliknya. Selama hampir dua pekan, tim terus menyisir lokasi-lokasi keramaian.

Hasilnya, selalu ada saja sejumlah kalangan yang meminta-minta. Tak terbatas pada kalangan dewasa, sejumlah anak-anak juga melakukan hal yang sama.

“Kemarin saja dalam satu hari kita tangkap enam orang,a�? jelasnya.

Mereka lantas digelandang ke kantornya untuk dibina dan diingatkan tak lagi mengemis. Selain menganggu ketertiban umum, aksi tersebut juga berbahaya bagi para pengemis itu sendiri, khususnya kalangan anak-anak yang ada di jalanan.

Mengemis, lanjutnya, juga bukanlah pembelajaran yang baik bagi anak. “Setelah diingatkan, karena mereka warga kota, langsung kami pulangkan,a�? ucapnya.

Ya, ternyata para pengemis yang tertangkap banyak yang merupakan warga asli Mataram. Oleh Indra mereka juga disebut sudah sering mengemis dan berulang kali tertangkap. Namun tak pernah kapok.

“Kita akan sanksi yang lebih berat. Supaya ada efek jera dan mereka berhenti,a�? ujarnya.

Dia bahkan menjanjikan akan menggelar operasi besar dengan menggandeng sejumlah pihak semisal Satpol PP Kota Mataram.

Kasatpolpp Kota Mataram Chaerul Anwar sebelumnya membenarkan belum mengkhususkan operasi pada para pengemis. Sebelumnya ia fokus dengan pengaturan rumah makan yang buka siang hari.

“Tapi bisa saja operasi lain jika memang diperlukan,a�? katanya tak menutup kemungkinan.

Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Mataram Hj Baiq Dewi Mariana Ariany pernah mengatakan, pengentasan pengemis anak harus melibatkan berbagai kalangan. Aksi mengemis itu pastilah terkait dengan kondisi ekonomi keluarganya. Sehingga masalah inti itu juga harus disasar.

Semua kalangan menurutnya harus terlibat. Misalnya, untuk anak putus sekolah, Dinas Pendidikan berperan membantunya. Mereka yang berasal dari keluarga miskin harus mendapat bantuan dari Dinas Sosial, sedang terkait kesehatan, Dinas Kesehatan memegang peranan.

“Jadi bantuan yang diberikan menyeluruh untuk membantu mereka,a�? ucapnya. A�(yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka