Ketik disini

Headline Kriminal

Sadisa��!!! Empat Perampok Jerowaru Mengaku Ikut Bacok Amaq Jon

Bagikan

MATARAM-Dua terduga A�pelaku perampokan sadis di Jerowaru, Lombok Timur (Lotim) yang tertangkap di Bali, yakni AS, 37 tahun dan ASD, 35 tahun mulai diinterogasi polisi. Mereka telah tiba di Polres Lombok Timur (Lotim), setelah diterbangkan langsung dari Bali, kemarin (9/6).

Dua pelaku yang datang, menggenapi dua pelaku lainnya yang lebih dulu ditangkap, yakni GA dan AE. Kemarin, Kapolda NTB Brigjen Pol Firli datang langsung menemui keempat pelaku di Polres Lotim.

Selama pertemuan dengan pelaku, Kapolda sempat mempertanyakan motif mereka melakukan perampokan. Terlebih aksi yang dilakukan menyebabkan satu korban jiwa.

a�?Ini jadi atensi saya, karena kejahatannya sampai menghilangkan nyawa. Masuk dalam kejahatan kemanusiaan,a�? kata Kapolda, kemarin.

Selain menanyakan motif, Kapolda juga mengungkap peran masing-masing dari pelaku yang sudah ditangkap. Pada aksi akhir Mei lalu, AE melakukan pembacokan kepada korban di bagian leher, sementara AS membacok korban di bagian perut.

a�?Semuanya melakukan pembacokan kepada korban,a�? kata Firli.

Baca Juga

[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Dari penangkapan keempatnya, Polisi kembali merevisi jumlah pelaku. Jika sebelumnya mereka mendapat informasi ada 14 orang yang beraksi, dari empat pelaku yang sudah ditangkap mengaku juga jika perampokan itu dilakukan dengan 13 orang.

Sehingga, lanjutnya, masih ada 9 orang pelaku yang keberadaannya terus diburu polisi. Terhadap mereka, Kapolda mengaku akan melakukan tindakan tegas. Polisi akan terus memburu mereka, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

a�?Kita akan kejar sampai kapanpun,a�? tegas jenderal bintang satu ini.

Menurut Kapolda, kejahatan hingga menghilangkan nyawa, akan mendapat atensi penuh darinya. Karena itu, pengejaran terhadap pelaku akan terhenti ketika semuanya berhasil ditangkap.

Disinggung terkait tindakan tegas dari kepolisian, meski tidak secara spesifik, Kapolda mengatakan jika aparat memiliki kewenangann penuh untuk melumpuhkan pelaku yang mengancam petugas dalam upaya penangkapan.

a�?Boleh kita lakukan tindakan keras seperti penembakan, tapi itu semua ada prosedurnya,a�? katanya.

Karena itu, Kapolda mengimbau kepada sisa pelaku untuk keluar. Menyerahkan diri ke Markas polisi terdekat. Sehingga aparat penegak hukum bisa langsung memproses mereka sesuai dengan tindak pidana yang dilakukan.

a�?Sembilan orang yang masih ada di persembunyian ini, diharapkan untuk segera menyerahkan diri,a�? tegas Firli.

Seperti diketahui kasus perampokan sadis terjadi di Sekaroh, Jerowaru, Lotim akhir Mei lalu. Selain menjarah uang, para pelaku juga menghabisi nyawa Amaq Jon warga Dusun Telone, Sekaroh, Jerowaru, Lotim.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka