Ketik disini

Feature Headline

Keindahan Desa Wisata Setanggor Loteng Disukai Wisatawan Dunia

Bagikan

Desa Wisata Setanggor, Praya Barat Lombok Tengah (Loteng) berdiri pada September 2016 lalu. Kini, desa wisata yang digagas Ida Wahyuni Sahabudin itu kini mulai dikenal dunia.

 

Dedi Shopan Shopian a�� Praya

 

Potensi jejaring sosial seperti facebook, youtube, google, whatsAppA� dan lainnya berhasil dioptimalkan oleh warga Desa Setanggor, Praya Barat Daya. Dari dunia maya inilah nama Desa Setanggor sebagai sebuah destinasi wisata semkain dikenal.

a�?Alhamdulillah, itu yang saya rasakan dalam mempromosikan desa wisata Setanggor,a�? ujar Mba Ida-panggilan akbarnya.

Meski belum lama berdiri namun gemaA� Desa Wisata Setanggor telah memikat para pelancong.

Kini sudah tidak terhitung berapa wisatawan asing, yang berdatangan. Mulai dari Hongkong, Singapura, Malaysia, Belanda, Inggris hingga Amerika.

Yang membuat para wisatawan itu datang, cerita Mba Ida kemasan promosi yang disampaikan. Lalu, dibuktikan secara nyata. a�?Bagi wisatawan yang datang, kami menyambut mereka seperti seorang raja,a�? ujarnya.

Begitu menginjakkan kaki di desa wisata, kata Mba Iba para pemuda dan pemudi desa, yang tergabung dalam Asosiasi Pariwisata Islam Indonesia (APII) langsung disuguhkan dengan jaran kamput. Mereka digotong bergeliling desa wisata, layaknya anak-anak yang sedang khitanan. Diiringi gendeng beleq, peresean dan tari-tarian tradisional Sasak.

Baca Juga

[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”313″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Selain itu, bagi wisatawan yang menggunakan rok atau celana pendek, APII menyiapkan sarung gratis untuk digunakan, selama berada di desa wisata. Tujuannya, untuk menjaga aurat.

a�?Alhamdulillah, para wisatawan asing menyambut baik. Mereka malah datang berkali-kali,a�? ujarnya.

Di desa wisata Setanggor sendiri, beber Mba Ida terdapat 14 objek wisata yang disiapkan, dari wisata kuliner, religi, sosial budaya, tradisi hingga pertanian. Jika malam hari, suasana desa seperti masa lalu, tidak ada lampu penerang dari PLN. Penerangan sengaja diganti dengan lempu minyak yang dipasang disepanjang jalan.

Para wisatawan yang ingin bermalam, tidak perlu bingung. Karena, ditempat itu sudah disiapkan homestay. Penginapan semacam itu, disediakan warga setempat. Mereka menyewakan rumahnya masing-masing.

a�?Bagi yang penasaran, silahkan datang ke desa kami. Insya Allah, dijamin betah dan ingin datang lagi,a�? ujar Mba Ida yang didampingi Kepala Dinas Budpar Loteng HL Muhammad Putrie.

Lebih lanjut, srikandiA� kelahiran 5 Desember 1987 tersebut, berharap desa wisata Setanggor, menjadi satu kesatuan objek wisata yang tidak terpisahkan dengan kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika. Para tamu, bisa menentukan pilihan berwisata. a�?Kami merasa terbantukan dengan langkah Mba Ida ini,a�? sanjung Kepala Dinas Budpar Loteng HL Muhammad Putrie.

Pria asal Desa Ketare, Pujut tersebut menilai, begitu Desa Setanggor dikenal dunia, maka secara otomatis Gumi Tatas Tuhu Trasna pun ikut dikenal dunia. a�?Kendati baru seumur jagung, tapi Desa Setanggor sudah dikenal dunia, mengalahkan desa-desa wisata lainnya di Lombok,a�? ujar Putrie.(r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka