Ketik disini

Feature Metropolis

Antusiasme Warga Menyaksikan Replika Peninggalan Rasulullah SAW di Islamic Center NTB

Bagikan

Kepala-kepala tersembul, melongok ke dalam ruangan temaram. Mereka tak sabar. Antri ingin melampiaskan kerinduan melalui replika pedang.

 

LALU MOHAMMAD ZAENUDIN, Mataram

 

SALAT Jumat baru saja usai. Beberapa jemaah masih memilih bertahan, mendengar kajian. Tetapi tak sedikit yang memilih keluar meninggalkan ruangan penuh sesak, tetapi sejuk itu. Eskalator Masjid Hubbul Wathon, Islamic Center NTB, menjuntai bergerak turun, menggantar para jamaah turun ke bawah.

Di lantai bawah, beberapa jamaah seperti tersedot ke satu ruangan di sebelah selatan. Mereka berjejal-jejal tak sabar segera masuk ke dalam.

a�?Ada pedang Rasulullah SAW,a�? ujar seorang jamaah, Burhanuddin.

Pria asal Kelayu, Lombok Timur itu mengaku datang jauh-jauh karena terpikat cerita tetangganya. Karena itu, hari itu ia rela tak buka toko. Hanya karena ingin, mengobati rasa ingin tahunya pada senjata Nabi Muhammad SAW.

a�?Anak saya kasih saya lihat di facebook. Katanya ini pedang Rasulullah ada di Mataram,a�? tuturnya.

Baca Juga

[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”313″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Setelah mendengar itu, Burhan langsung memboyong istri dan anaknya hari ini datang ke Masjid Hubbul Wathan. Bagi ia, menyaksikan senjata peninggalan Rasulullah SAW dan para sahabat tentu saja seperti melepas rindu kepada Rasulullah SAW.

a�?Dari kecil kita bersalawat, pada baginda Nabi SAW. Tapi jangankan wajahnya, pakaian beliau saja kita tidak pernah lihat,a�? tuturnya.

Tetapi, kini tak perlu harus ke kota suci Makkah. Bagi Burhan, kehadiran benda-benda milik baginda Nabi SAW dan para sahabat itu, seperti menjawab doa dan harapannya selama ini. a�?Akhirnya sekarang saya bisa lihat juga,a�? ujarnya bahagia.

Tetapi apakah Burhan tahu itu replika? a�?Apa itu replika?a�? tanya ia balik.

Sesaat wajah Burhan berubah. Ia mencerna penjelasan orang-orang di sekitarnya tentang apa yang dimaksud replika. Tetapi Burhan menggeleng. Wajahnya kembali terlihat bahagia.

a�?Walau hanya tiruan, setidaknya saya tahu ada benda seperti ini yang asli, subhanallah,a�? tasbih Burhan.

Celetukan Burhan seperti meresonansi para jemaah salat Jumat lain. Mereka pun ikut bertasbih sambil terus mengamati detail pedang yang menyerupai pedagang asli milik baginda Rasulullah SAW dan para sahabat itu.

a�?Sampai goresan bekas benturan dengan pedang musuh juga digambarkan persis ya, subhanallah,a�? ujar Ismu Hadrat, pria asal Bonter, Praya, Lombok Tengah.

Ia menunjuk goresan dimaksud. Ada pada replika mata pedang Dhu Al-Faqar milik Abu Bakar Siddik. Ada dua goresan, serupa telah dibenturkan dengan material terbaik dari besi yang berasal dari inti bumi. Decak kagum dan tasbih berulang kali juga dilafazkan Ismu.

a�?Pameran ini insya Allah sangat berfaedah menebalkan keyakinan dan keimanan kita,a�? ujarnya.

Ia mengaku sudah berulang kali keluar masuk ballroom tempat pameran. Tetapi, Ismu mengaku tak bosan. Bahkan, walau mengaku sudah berusia 50 tahun, ia tak mau kalah eksis dengan beberapa anak muda lain yang mengabadikan diri bersama pedang-pedang dalam jepretan foto.

a�?Minta tolong pak,a�? ujarnya lagi. Entah sudah yang keberapa kali. Nyaris semua replika senjata peninggalan Rasulullah SAW itu, telah a�?diajaknyaa�� berfoto. Tetapi Ismu tak terlihat bosan sedikitpun.

Sekadar diketahui, pameran replika benda-benda peninggalan Rasulullah SAW dan para sahabat mulai dibuka sejak awal puasa lalu. Rencananya pameran digelar sampai akhir Ramadan.

Beberapa senjata yang dipamerkan antara lain tongkat, pedang Al-Matsur, pedang Al-Qadib, busur panah bambu Al-Safra, dan sandal. Ada juga replika pedang-pedang peninggalan para sahabat seperti pedang Dhu Al-Faqar milik Abu Bakar Siddik, pedang Al-Qal’i milik Umar bin Khattab, pedang Al-Hatf milik Utsman bin Affan, dan pedang Dzulfiqar milik Ali bin Abi Thalib. Serta masih banyak yang lainnya.

a�?Kita juga sadar betapa kuatnya orang-orang di zaman Rasulullah SAW,a�? pujinya lagi.

Ia lalu mengangkat pedang replika milik para sahabat di bagian depan pintu masuk ballroom. Pedang itu panjangnya sekitar satu setengah meter. Bobotnya sekitar 5 kilogram. Tentu saja dalam sebuah pertarungan, benda itu sangat tidak efektif dipakai berperang jika tidak bisa diayunkan dengan gesit.

a�?Maka tentu butuh tenaga berlipat-lipat dari tenaga kita untuk bisa memainkan pedang ini dengan cepat,a�? ujarnya kagum.

Pameran pedang dan senjata Nabi Muhammad SAW dan para sahabat di Ballroom, memang menarik dikunjungi. Masyarakat juga bisa sepuasnya berfoto dengan senjata-senjata replika itu. (*/r3)
 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka