Ketik disini

Sumbawa

410 Karyawan PT. AMNT Ajukan Pensiun Dini

Bagikan

TALIWANGa��Meski berembus isu intimidasi tawaran paket pensiun dini, fakta di lapangan banyak juga karyawan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang menerima tawaran tersebut. A�Data terakhir Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), sampai saat ini sudah ada sekitar 410 karyawan AMNT yang mengajukan diri pensiun dini.

A�a�?a��Yang mengusulkan paket pensiun dini secara sukarela itu sudah ada sekitar 410 orang. 265 orang dari non staf dan 145 staf,a��a�� kata Kepala Dinas (Kadis) Nakertrans KSB H Abdul Hamid kepada wartawan di Taliwang, Senin (12/6).

Karyawan yang mengambil paket pensiun dini sukarela ini akan mendapatkan hak sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, perusahaan juga akan memberikan tambahan a�?a��bonusa��a�� bagi karyawan yang menerima paket tersebut.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”87″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?a��Seperti apa jenisnya itu ada di memo internal yang sudah dirilis perusahaan kepada para pekerja sendiri,a��a�� katanya.

Karyawan yang menerima paket ini lanjutnya, juga akan diupayakan perusahaan dapat menghindari pajak tinggi.

a�?a��Artinya mereka bukan melanggar aturan. Tapi mereka tidak akan dikenakan pajak badan, nanti AMNT akan bekerjasama dengan Bank Mandiri,a��a�� sebutnya.

Hamid tidak menampik, data tersebut berasal dari pihak AMNT sendiri. Jumat akhir pekan lalu, pemerintah sempat bertemu dengan manajemen perusahaan tambang tembaga dan emas di Batu Hijau. Dalam pertemuan itu ada banyak hal yang dibahas antara pemerintah dengan pihak AMNT.

a�?a��Sebenarnya bukan PHK massal yang dilakukan AMNT. Sebaliknya, mereka hanya menawarkan paket pensiun dini. Kalaupun tidak mau, tidak masalah. Yang mengambil paket juga harus juga disertai dengan alasan. Nah yang menjadi persoalan juga, yang mengajukan paket itu ternyata tidak disertai alasan. Lebih kepada hanya ikut-ikut saja,a��a�� katanya.

Hamid tidak menampik, selama paket tersebut ditawarkan, banyak karyawan yang merasa terkesan diintimidasi oleh perusahaan. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya pengaduan yang masuk ke Disnakertrans sendiri. Terdapat dua organisasi tenaga kerja yang mengadukan hal tersebut secara resmi ke pemerintah.

Diakuinya juga, pemerintah saat ini belum mengerti betul kebijakan yang diambil perusahaan. Dimana akan mengurangi karyawan dan pemangkasan sejumlah biaya operasional, namun di sisi lain perusahaan saat ini tengah mengembangkan sejumlah usaha lain. Termasuk membangun smelter dan pengembangan fase tujuh terhadap kegiatan penambangan di Batu Hijau.

a�?a��Kami berkesimpulan, kebijakan yang diambil AMNT saat ini lebih kepada kebijakan selama mereka masa tenggang. Karena AMNT saat ini sedang melakukan pengembangan fase tujuh. Tahun mereka kembali mengeksploitasi tambang itu juga belum bisa dipastikan,a��a�� katanya.

Karena tenggat waktu yang belum jelas, sementara di satu sisi perusahaan harus mengeluarkan biaya besar, kemudian perusahaan mengambil kebijakan tersebut.

a�?a��Hari ini mereka tidak melakukan produksi. Sebaliknya perusahaan hanya melakukan eksplorasi, sementara perbankan sendiri tidak ada yang berani memberikan pinjaman modal. Sehingga biaya selama ini diambil dari uang segar perusahaan,a��a�� pungkasnya. (far/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka