Ketik disini

Headline Kriminal

Hasil Rampok Jerowaru Tidak Dibagi Rata

Bagikan

MATARAM-Keberadaan sembilan orang pelaku perampokan di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru,masih misteri. Namun polisi mengaku telah mengantongi identitas kesembilan orang tersebut.

a�?Tidak ada tenggat waktu untuk menangkap sisanya, jadi polisi akan terus mengejar,a�? kata Kabidhumas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti, kemarin (12/6).

Selain perburuan terhadap sisa pelaku, polisi masih terus melakukan interogasi kepada keempat orang terduga pelaku yang telah ditangkap. Pengakuan pelaku kepada polisi menyebutkan jika tidak semua uang hasil rampokan itu dibagi rata.

Baca Juga :A�[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”2197″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Dalam perampokan akhir Mei lalu, diketahui 13 orang melakukan aksi pencurian dengan kekerasan yang menewaskan Amaq Jon. Di aksi tersebut mereka menggasak harta benda milik korban. Termasuk uang hasil panen jagung milik korban, yang diperkirakan sebanyak Rp 130 juta.

Rupanya, tidak semua pelaku mendapat bagian yang sama rata untuk hasil rampokan mereka. Empat pelaku yang tertangkap bahkan mendapat bagian yang sangat kecil. Tidak mencapai nominal jutaan rupiah.

a�?Hasil rampokan mereka bagi, tapi tidak dibagi rata,a�? kata Tri Budi.

Menurut Tri Budi, hasil yang didapatkan empat pelaku yang telah ditangkap, tidak sebanding dengan dampak perbuatan mereka. Yakni menyebabkan tewasnya Amaq Jon.

a�?Saya kurang tahu pasti berapa jumlahnya, Yang pasti empat orang ini mendapat bagian yang sangat kecil,a�? ujarnya.

Mengenai sisa pelaku, lanjut Tri Budi, tim yang dibentuk terus melakukan pencarian. Mereka telah mengumpulkan informasi mengenai keberadaan sisa pelaku.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka