Ketik disini

Sumbawa

“Retribusi” Pasar Ramadan Multatuli Dipertanyakan

Bagikan

SUMBAWA– Setiap memasuki bulan Ramadan, sekitar 150 meter Jalan Multatuli yang berada di belakang Pusat Pertokoan Sumbawa, berubah menjadi pasar dadakan. Sepanjang kiri-kanan jalan, berdiri lapak-lapak penjual pakaian. Ada puluhan lapak yang berjejer. Selain itu, jalan ini diramaikan juga oleh pedagang-pedagang makanan. Setiap malam selalu diramaikan oleh pengunjung. Harga pakaian yang ditawarkan memang murah-murah.

Informasi yang dihimpun Radar Sumbawa (Lombok Post Group), setiap lapak dimintai “retribusi” sebesar Rp 5,5 juta. Nah, yang menjadi persoalan sekarang ini, pemda mengaku tidak menerima retribusi dari puluhan lapak di pasar dadakan tersebut.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”87″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

A�Lalu, kemana larinya uang itu?

Kepala Dinas Badan Pendapatan DaerahA� (Bapenda) Sumbawa A�Wirawan menegaskan pihaknya tidak tahu menahu terkait retribusi lapak-lapak di Jalan Multatuli itu. Menurutnya, para pedagang tidak meminta izin kepada pihak Bapenda.

“Mereka tidak meminta izin kepada kami. Itu bukan wewenang kami. Itu di luar wewenang Bidang Pasar Bapenda,” kata Wirawan dihubungi Radar Sumbawa (Lombok Post Grou) tadi malam (12/6).

Sementara itu, dari ihak kepolisian mengaku hanya memberikan izin keramaian. Kasat Reskrim Polres Sumbawa AKP Elyas Ericson menjelaskan, izin yang diberikan hanya sebatas menggunakan sisi kiri dan kanan jalan dengan menyisakan bagian tengah.

Terkait dengan aliran “retribusi” para pedagang, Elyas mengatakan, pihaknya akan menyelidiki. Pihaknya juga masih menunggu laporan atas arah retribusi tersebut. Baik itu dari Satuan intel ataupun dari masyarakat itu sendiri.

”Meskipun belum ada laporan, tetap akan kami cari tahu,” katanya.(run/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka