Ketik disini

Headline Metropolis

Bertemu Wilgo, Warga Narmada Keluhkan Jalan Rusak

Bagikan

MATARAM-Masalah infrastruktur jalan tak pernah usai. Ruas jalan utama yang menghubungkan wilayah Suranadi, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat dikeluhkan karena dalam kondisi rusak parah.

a�?Masyarakat keluhkan jalan dari Narmada hingga Suranadi sangat jelek sekali,a�? ungkap anggota Fraksi Gerindra DPR RI H Willgo Zainar saat berbuka puasa bersama masyarakat di Desa Selat, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Minggu (11/6).

 

Padahal wilayah ini menjadi salah satu penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Lobar. Yang bersumber dari pabrik air mineral, kawasan pariwisata, serta pusat air PDAM yang disalurkan untuk masyarakat di Lobar dan Kota Mataram. a�?Kawasan ini juga masuk dalam padat penduduk,a�? tambahnya.

 

Artinya, di tengah-tengah pesatnya pembangunan, sebagian masyarakat belum begitu merasakan perubahan. Karena, hingga saat ini kondisi jalan di lokasi tersebut masih memprihatinkan. Bahkan ketika masuk musim penghujan membuat kondisi jalan semakin parah. a�?Sehingga rasanya tidak berlebihan ketika disaat jalan-jalan di tempat lain semakin berlapis-lapis, jalan di kampung malah semakin terkikis,a�? terang Willgo.

 

Menurutnya, semua warga sangat berharap secepatnya ada upaya pemerintah setempat maupun anggota DPRD Lobar untuk melakukan pengaspalan. Mengingat kondisi jalan yang baik, dapat mempengaruhi lajunya pertumbuhan ekonomi. Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan kehadiran Badan Jaminan Penyelenggara Sosial (BPJS) Kesehatan. Di mana mereka merasa tidak kuat untuk membayar iuran yang terus merangkak naik. Peningkatan iuran ini sangat dapat dirasakan oleh pekerja mandiri termasuk pengusaha kecil hingga menengah. a�?Warga menganggap, selama ini penetapan iuran peserta BPJS kesehatan masih kurang adil dan dirasa membebani sebagian orang,a�? jelasnya.

 

Begitu pula dengan kenaikan harga listrik, yang dinilai semakin memberatkan rakyat kecil. Kenaikan akibat dicabutnya subsidi bagi pelanggan listrik 450 VA dan 900 VA. Di mana dampak kenaikan TDL tersebut dirasa sangat mencekik masyarakat kalangan tidak mampu. Sebab, kenaikannya mencapai tiga kali lipat atau sampai dengan tiga ratus persen.

 

Sehingga pemerintah diminta untuk meninjau ulang pencabutan sibsidi listrik. Mengingat subsidi ini lebih tepat sasaran. Lantaran pelanggan listrik 450-900 VA rata-rata merupakan keluarga menengah ke bawah.

Hal serupa pada nasib para marbot masjid. Di mana profesi mulia ini dinilai miskin apresiasi. Bagaimana tidak, dengan tugas dan rutinitas yang menjadi beban tanggung jawab setiap hari, maka otomatis ia akan kehilangan kesempatan. Yakni, mencari nafkah dan bekerja seperti manusia lainnya. Hampir seluruh waktu akan tersita untuk masjid. (ewi/r7)

 

 

Komentar

Komentar