Ketik disini

Headline Metropolis

Jelang Lebaran, Stok Pangan di NTB Surplus

Bagikan

Kecemasan menjelang Lebaran mestinya tidak perlu terjadi. Mengingat stok pangan di NTB hingga saat ini dalam kondisi surplus. Bahkan keandalan pangan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama beberapa bulan ke depan, termasuk Lebaran.A�

***

Berdasarkan pantauan stok pangan di Pasar Induk Mandalika dan Pasar Kebon Roek, serta tujuh pelabuhan di NTB, hampir semua komoditi pangan dalam kondisi surplus. Seperti beras yang tersedia saat ini sebanyak 733.859 ton, dari kebutuhan 195.113 ton. Sehingga terdapat surplus 538.746 ton beras, cukup untuk 11 bulan ke depan. Untuk jagung stok yang ada saat ini sebanyak 899.494 ton dengan kebutuhan 2.632 ton, sehingga ada kelebihan 896.862 ton, surplusnya besar karena belum dihitung jagung yang diserap industri.

Kemudian komoditi kedelai, NTB memiliki stok 19.030 ton dengan kebutuhan 12.414 ton sehingga surplusA� 6.616 ton. Stok daging sapi sebanyak 5.740 ton dari kebutuhan 3.089 ton sehingga surplus 2.651 ton. Ayam buras atau ayam kampung stok tersedia sebanyak 3.052 ton dengan kebutuhan 2.481 tonA�A�A�A� sehingga surplus 571 ton. Demikian juga dengan ikan stoknya melimpah yakni 195.284 ton. Sementara kebutuhan hanya 4.077 ton sehingga surplus 191.207 ton.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Selain itu bawang merah sebanyak 21.406 ton dengan kebutuhan 2.350 ton sehingga terdapat surplus 19.056 ton. Stok cabai merah 7.497 ton kebutuhan 2.318 ton, sehingga surplus 5.179 ton. Kemudian cabai rawit sebanyak 26.231 ton kebutuhan 2.597 ton sehingga surplus 23.634 ton.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB Hj Budi Septiani mengatakan, dengan kondisi saat ini NTB sebenarnya tidak memiliki masalah dengan keamanan pangan. Apalagi menghadapi Lebaran, pangan NTB sebenarnya sangat cukup.

Hanya saja, masih ada tiga komoditi yang mengalami minus yakni kacang hijau, daging ayam ras, dan telur. Disebabkan, tiga komoditi bahan pokok itu selama ini harus didatangkan dari luar daerah.

Kacang hijau misalnya, dari kebutuhan 2.340 ton stok kacang hijau saat ini hanya 531 ton. Sehingga kekurangan 1.809 ton untuk beberapa bulan ke depan. Demikian juga dengan daging ayam ras, dari kebutuhan 2.817 ton, stok yang tersedia hanya 2.420 ton sehingga minus 397 ton. Kemudian telur yang tersedia hanya 1.840 ton dari kebutuhan 4.161 ton sehingga masih kurang 2.321 ton.

Untuk komoditi yang minus, Budi Septiani mengaku pihaknya akan melakukan beberapa strategi. Ini untuk menjaga agar ke depan tidak kekurangan lagi. Salah satu upaya itu adalah pengembangan pangan lokal di tingkat rumah tangga. Hal itu bertujuan untuk meredam ketergantungan konsumen rumah tangga pada komoditi di pasar. a�?Bila sudah tersedia di rumah maka, ketergantungan akan berkurang,a�? jelasnya.

Dalam jangka panjang, mulai tahun 2018, Dinas Ketahanan Pangan akan membuat program outlet pangan lokal. Di mana masing-masing kabupaten/kota diminta menyediakan satu kawasan lahan khusus sebagai pusat pangan lokal, luasnya antara 5-10 hektare. Di tempat itu semua warga bisa mengakses kebutuhan pangan lokal yang dibutuhkan, sehingga tidak kesulitan mendapatkannya. a�?Istilahnya dia menjadi laboratorium pangan lokal,a�? katanya.

Pola Pangan Harapan (PPH) menurutnya sudah mencapai target RPJMD, tapi konsumsi beras masyarakat terlalu tinggi. Sehingga pihaknya juga akan melakukan diversifikasi pangan agar masyarakat tidak terfokus pada satu komoditi saja untuk pemenuhan karbohidrat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB Hj Putu Selly Andayani mengatakan, stok pangan memang surplus. Tapi pihaknya tidak ingin latah dengan angka itu. Karena kondisi di pasar bisa berbeda. Meski stok aman, tetapi ada saja spekulan yang coba-coba menaikkan harga karena permintaan tinggi. Seperti di awal-awal, sejumlah komoditi naik karena ulah para pedagang yang memanfaatkan momen. Seperti beras, cabai,A� bawang putih tapi kini kembali bisa diredam.

Untuk meredam itu, sejak awal bulan puasa Dinas Perdagangan sudah menggelar pasar murah di sejumlah daerah. Termasuk pasar murah yang rutin dilakukan di Kantor Diperindag NTB. Dengan begitu para spekulan bisa ditekan agar tidak bisa menaikkan harga. Karena warga bisa membeli barang dengan harga lebih murah di pasar murah. Misalnya, beras yang sebelum dijual Rp 10 ribu sekarang turun menjadi Rp 8.900. a�?Sekarang yang penting harga tidak naik saja dulu sampai Lebaran,a�? tegas mantan Penjabat Wali Kota Mataram itu.

Tapi fakta lain juga ditemukan, para pedagang memanfaatkan momen puasa dan Lebaran karena mereka juga diperas oleh bank rontok yang nagih setiap hari. Karena momen hari raya, maka mereka menaikkan harga agar dapat untung lebih banyak. Bawang putih yang dibeli Rp 60 ribu dijual Rp 80 ribu sehingga selisih harga terlalu tinggi.

Untuk mengatasi masalah itu, mestinya ada koperasi yang membina mereka.

Upaya pendekatan ke para distributor juga dilakukan, mereka diundang ke dinas perdagangan untuk sama-sama berpartisipasi menyetabilkan harga pangan. Selain itu, juga ada Satgas Pangan yang dipimpin langsung oleh Polda NTB. Semua pengepul telah diperiksa, sehingga mereka tidak berani bermain. a�?Itu tugas polda (memeriksa), kita hanya mengantisipasi agar harga tidak naik dengan cara pasar murah ini,a�? katanya.

A�Khusus untuk bawang putih, pemerintah pusat melalui Bulog telah mengirim 10 ton bawang putih dari Jawa Timur sehingga turun menjadi Rp 38 ribu per kilo, sebelumnya bisa sampai Rp 60 ribu.

Sementara itu, Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi dalam rapat pimpinan, juga menekankan agar jelang Lebaran inflasi harus ditekan. Jangan sampai melonjak terlalu tinggi sehingga membebani masyarakat yang akan merayakan Lebaran. Karenanya ia meminta kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk terus memantau kondisi stok pangan dan harga-harga di pasar.

Angka inflasi bulan ini naik sedikit dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,52 persen. Angka itu dianggap wajar karena ada kenaikan harga jelang Lebaran. Meski demikian, Gubernur meminta kepada TPID bekerja maksimal. a�?Yang penting pasokan lancar,a�? katanya. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka