Ketik disini

Kriminal

PN Mataram Tunda Sidang Bule Terdakwa Pencabulan

Bagikan

MATARAM-Sidang perdana Bruno Gallo di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, terdakwa kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak-anak (pedofilia), harus ditunda, kemarin (13/6). Ini setelah Ketua Majelis Hakim Motur Panjaitan melihat terdakwa tidak didampingi penerjemah resmi.

a�?Sidang kita tunda pekan depan, jaksa mohon hadirkan penerjemah resmi,a�? kata Motur lalu mengetok palu tanda sidang ditutup, kemarin.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Dalam sidang kemarin, Bruno sebenarnya didampingi penerjemah bahasa. Hanya saja, penerjemah yang dihadirkan merupakan A�pemandu wisata. Padahal, untuk warga negara asing (WNA) yang terjerat hukum, harus didampingi penerjemah dari lembaga resmi.

a�?Tadi itu dari travel. Yang hadirkan penasihat hukumnya sendiri,a�? kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) R Nazara.

Karena itu, JPU rencananya akan menghubungi penerjemah dari Universitas Mataram (Unram). Sehingga pada sidang pekan depan, Bruno telah didampingi penerjemah dari lembaga resmi.

a�?Sebenarnya kami tidak permasalahkan penerjemah dari mana, asal ngerti saja kan. Tapi aturannya harus dari lembaga resmi, jadi besok kita hadirkan dari Unram,a�? ujarnya.

Sementara itu, penasihat hukum Bruno, Denny Nur Indra mengatakan, kondisi kliennya telah siap untuk menjalani sidang perdana. Sayang, majelis hakim tidak memberi izin terkait penerjemah yang mereka hadirkan.

a�?Ditunda sampai pekan depan,a�? ujarnya.

Terkait koordinasi dengan Konsulat Jenderal (Konjen) Italia, Indra mengaku tetap memberikan perkembangan perkara kepada pihak terkait. Termasuk dengan kondisi terbaru kliennya.

a�?Iya kita laporkan terus perkembangannya,a�? tandas Indra.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka