Ketik disini

Headline Kriminal

Baiq Nuril Dituntut Enam Bulan Penjara dan Denda Rp 500 Juta

Bagikan

MATARAM-Baiq Nuril Maknun, terdakwa pelanggaran Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, kemarin (14/6). Tuntutan terhadap Nuril, dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ida Ayu Putu Camundi Dewi.

Dalam tuntutannya, kepada majelis hakim, JPU meminta agar terdakwa dijatuhkan hukuman selama enam bulan penjara, dikurangi masa tahanan. Selain pidana penjara, Nuril diminta untuk membayar denda sebesar Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”1823″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

JPU juga meminta hakim untuk menyatakan terdakwa bersalah. Nuril dianggap melakukan tindak pidana yang melanggar Pasal 27 ayat 1 Jo Pasal 45 ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

a�?Menuntut terdakwa dengan enam bulan penjara dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan,a�? kata Dewi, kemarin.

Mendengar tuntutan JPU, tim penasihat hukum Nuril, Aziz Fauzi langsung mengajukan nota pembelaan (pleidoi). Rencananya, pledoi akan dibacakan pada agenda sidang berikutnya di pekan depan.

a�?Kita akan ajukan pledoi,a�? kata Aziz.

Upaya pledoi berangkat dari tuntutan JPU yang dinilai tidak sesuai fakta persidangan. Aziz mengaku jika tim penasihat hukum dari Nuril kecewa dengan tuntutan jaksa.

a�?Sangat kecewa, karena JPU dalam menyusun tuntutan tidak melihat fakta persidangan,a�? ujarnya.

Dia mengatakan, fakta persidangan yang luput dari JPU adalah keterangan saksi Agoes Rofiq. Dari keterangan Agoes, sangat jelas menyatakan bahwa yang aktif meminta, menyalakan, dan mengirimkan file berisi rekaman percakapan adalah Imam Mudawin.

Saksi ahli dari Kemenkominfo, Teguh Arifiyadi mengatakan dalam persidangan bahwa perbuatan terdakwa bisa dikatakan mentransimisikan, jika ia sendiri yang melakukan. Dari dua keterangan saksi itu, kata Aziz, seharusnya kliennya bisa dituntut bebas.

a�?Karena rumusan perbuatannya, Ibu Nuril tidak melanggar Pasal 27 ayat 1 seperti yang didakwakan,a�? terang Aziz.

Sementara itu, usai sidang, Nuril mengharapkan putusan hakim yang adil. Kata dia, apa yang dituduhkan jaksa tidak pernah dia lakukan.

a�?Saya tidak melakukan apa yang dituduhkan, tidak sama sekali seperti itu. Tapi tentunya di atas jaksa ada hakim, di atas hakim ada Allah SWT. Semoga ada keadilan untuk ini,a�? tandas Nuril.(dit/2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka