Ketik disini

Sumbawa

Serapan Anggaran Jeblok, Dinas Pertanian Sumbawa Salahkan Kondisi Lingkungan

Bagikan

SUMBAWA– Dinas Pertanian Sumbawa merupakan salah satu Oganisasi Perangkat Daerah (PD) yang disebut serapan anggarannya belum signifikan. Hal ini dikarenakan kondisi lingkungan di sekitar pelaksanaan kegiatannya belum memungkinkan. Sehingga pelaksanaan program fisiknya belum bisa dilaksanakan.

Sekretaris Dinas Pertanian Sumbawa Abdul Murad mengatakan, pelaksanaan kegiatan fisik tergantung kondisi di lapangan. Meskipun administrasinya bisa dilakukan, namun fisiknya tergantung kondisi lapangan. Apakah lahannya bisa dilalui atau tidak. Jika memang belum bisa, pelaksanaan fisiknya belum bisa dilaksanakan.

”Pasnya memang untuk kegiatan fisik di Dinas Pertanian kebanyakan di lahan sawah. Saat ini tidak ada lahan yang kosong. Nanti mengganggu lingkungan,” ujarnya kepada Radar Sumbawa (Lombok Post Group), kemarin (14/6).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”87″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Murad menjelaskan, lingkungan pertanian masih ditanami. Kemungkinan, pelaksanaan kegiatan fisiknya baru bisa dilaksanakan pada MK 2. Saat ini, pembangunan fisiknya masih dalam proses penunjukan. Kontrak pelaksanaannya juga sudah mulai dilaksanakan. Setelah masa kontraknya selama 90 hari selesai, barulah program fisiknya bisa dilaksanakan.

Dikatakan, memang proses memulai pekerjaan program fisik itu terlambat dilaksanakan. Karena kegiatan fisik itu memerlukan proses perencanaan. Setelah perencanaan, barulah bisa dibuatkan kontraknya. Meskipun kontraknya sudah selesai, tapi kondisi lapangan tidak memungkinkan, programnya belum bisa diekesekusi.

”Itu yang jadi kendala. Karena kegiatan pertanian kan pasti di dalam sawah. Lain dengan kegiatan di dinas lain,” terang Murad.

Dia mencontohkan, untuk pembangunan jaringan irigasi tentu akan melalui lahan pertanian. Saat ini, lahan pertanian masih dalam kondisi ditanam yang tidak boleh dilalui. Meskipun tidak ada tanaman, kondisinya masih basah. Jadi tidak bisa dilalui saat proses pengangkutan material. Saat medannya kering, barulah materialnya bisa dibawa. Inilah salah satu kendala sehingga kontraktor belum mau melaksanakan pengerjaannya.

Untuk kegiatan yang bersumber dari DAK, semuanya merupakan kegiatan fisik.A� Menurutnya, proyek fisik di Dinas Pertanian baru bisa dilaksanakan pada triwulan keempat. Akhir tahun barulah semua proyeknya bisa selesai 100 persen.

Terpisah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumbawa Paryono mengatakan banyak pejabat pembuat komitmen (PPK) yang takut. Mereka khawatir menjadi pesakitan gara-gara proyek yang bermasalah.

Ditemui di Kantor Bupati Sumbawa Paryono memaparkan, PPK takut melaksanakan pengerjaan karena khawatir terjadi penyimpangan dan takut akan diintervensi. Karena itu, pihaknya akan mengawal pelaksanaan proyek agar tidak terjadi penyimpangan.

”Ternyata PPK yang ada di sini takut melaksanakan pekerjaan. Mereka takut ada penyimpangan dan ada intervensi. Karena itu, kami memastikan akan kita kawal. Tidak usah khawatir,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.

Pihaknya melalui Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) memberikan pemahaman kepada para PPK. Apabila pengerjaannya dilakukan dengan sebagai mana mestinya, PPK tidak perlu takut. Pihaknya juga tidak boleh berprasangka buruk apakah PPK juga ikut “bermain” dalam paket proyek tersebut atau tidak.

Selain itu, kejaksaan mengumpulkan para calon pelaksana proyek di Dinas Dikbud Sumbawa belum lama ini. Para kontraktor diminta bekerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan mengikuti perpres tentang pengadaan barang dan jasa. Jangan sampai para kontraktor itu menjual proyek.

”Jangan sampai dapat, terus dijual. Atau pakai bendera orang,” kata Paryono.

Dijelaskan, pihaknya melakukan penekanan terhadap calon kontraktor yang akan melaksanakan proyek di Dikbud Sumbawa, karena ada permintaan dari instansi tersebut. Selain itu, paket proyek yang ada di instansi itu juga cukup banyak. Yakni sekitar 60 paket proyek. Pihaknya juga ingin melakukan pembenahan karena Dinas Dikbud merupakan salah satu instansi yang serapan anggarannya masih belum signifikan. (run/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka