Ketik disini

Headline Praya

Sekolah Lima Hari Beratkan Siswa

Bagikan

PRAYA-Kebijakan lima hari sekolah yang akan diterapkan pemerintah sdianggap memberatkan siswa. Karena orang tua siswa harus menyiapkan uang saku lebih banyak. Hal ini karena proses belajar dilaksanakan seharian dari pukul 07.00 Wita-15.30 Wita. Mereka tentu membutuhkan makan siang dan jajan.A�A�A�A�A� Demikian yang disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Lombok Tengah (Loteng) Lalu Muliawan pada Lombok Post, kemarin (15/6).

a�?Ini problem baru di dunia pendidikan kita,a�? kata mantan Kabid Dikmen tersebut.

Terlebih, sesal Muliawan kebijakan itu berlaku, bagi siswa dari tingkat sekolah dasar (SD), hingga SMA/SMK. Untungnya, tidak menyasar PAUD atau taman kanan-kanak (TK). Selama ini, mereka A�makan siang di rumah masing-masing. Namun, pada tahun ajaran baru beberapa bulan kedepan, sudah tidak bisa lagi.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Mereka, kata Muliawan harus makan siang di sekolah. Di satu sisi, tidak semua sekolah memiliki kantin. Terlebih, sekolah-sekolah terpencil. Itu artinya, Dinas Pendidikan harus menggandeng aparatur pemerintah desa/kelurahan agar, menyerukan warganya dilingkar sekolah menyediakan warung nasi.

Sehingga, perlu kerja sama semua pihak. Masalah lainnya juga, apakah orang tua mereka mampu memberikan uang lebih atau tidak. Karena, tidak semua orang tua memiliki ekonomi yang cukup.

Untuk itu, ia merasa kebijakan yang diterapkan pusat, cukup memberatkan, tidak saja siswa, tapi juga guru. a�? (Tapi) Kalau sudah perintah, ya kita jalankan,a�? kata Muliawan.

Urusan siap atau tidaknya, tambah Muliawan sambil jalan akan dipikirkan dan dicarikan jalan keluarnya. Yang terpenting, fasilitas, sarana dan prasarana pendidikan sudah cukup. Termasuk, sumberdaya gurunya. Ia menyerukan, agar para siswa mulai menyiapkan diri masing-masing, jangan sampai kaget.

a�?Kabar gembiranya, Sabtu-Minggu libur,a�? ujarnya sembari tersenyum.

Lebih lanjut, kata Muliawan jika enam hari sekolah, siswa masuk ruang kelas pukul 07.15 Wita dan pulangnya pukul 12.45 Wita. a�?Problem lainnya, jumlah guru negeri kita kurang,a�? kata Kepala Dinas Pendidikan H Sumum, terpisah.

Khususnya, beber Sumum guru SD. Kekurangannya sekitar 3 ribu orang. Idealnya, per sekolah terdapat 9 guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Faktanya, hanya 3-4 orang saja. Sisanya, guru honor. a�?Semoga pusat memperhatikan,a�? kata mantan Kabid Dikdas tersebut.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka