Ketik disini

Headline Metropolis

Empat Kali Ditangkap, Pengemis Ini Belum Kapok Mengemis

Bagikan

MATARAM-Setelah menangkap dua pengemis asal Jerowaru, Lombok Timur yang menyelinap masuk ke kantor Kantor Wali Kota Mataram Rabu lalu, Satgas Sosial Dinas Sosial, Kota Mataram rutin menyisir wilayah perkotaan.

Hasilnya, kemarin (16/6) satgas kembali berhasil mengamankan satu pengemis wanita bernama Inaq Minah. Wanita yang diperkirakan berusia lebih 50 tahun ini, mengaku berasal dari Sambelia, Lombok Timur.

Ia sempat meronta ingin melepaskan diri saat petugas menggelandangnya naik ke atas mobil patroli. a�?Wanita ini sudah terlalu sering ditindak, saat di tangkap janji bahkan sumpah bawa-bawa nama Tuhan tidak akan ngemis lagi, tetapi ternyata kembali lagi,a�? sesal salah satu anggota satgas wanita, Aisyah.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Dari tangan wanita ini diamankan uang Rp 205.500. uang itu didapat hanya dengan setengah hari meminta belas kasihan para pengendara, pekerja kantoran dan warga di Kota Mataram.

a�?Wanita ini sudah lebih dari empat kali kami tindak, tetapi ia tetap mengulangi lagi perbuatannya,a�? terang Koordinator Satgas Sosial Sarmo Haidin.

Pihaknya tidak bisa lagi mentolelir perbuatan Inaq Minah ini. Setelah dilaporkan pada Kepala Dinas Sosial, ia berencana menyerahkan pengemis itu pada Dinas Sosial Provinsi NTB untuk dilakukan pembinaan.

a�?Kalau kemarin kami masih berupaya memulangkannya ke Lombok Timur, tetapi ternyata kembali lagi,a�? cetusnya.

Hasil uang mengemis tidak dikembalikan. Uang itu akan diserahkan pada Baznas Kota Mataram. Ditambahkan Sarmo, dari hasil penindakan sejak awal puasa lalu, pihaknya telah mengamankan 32 pengemis dan gelandangan di Kota Mataram.

a�?Separuhnya warga kota, sisanya lagi dari Lombok Timur dan Lombok Tengah,a�? terangnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Mataram HL Indra Bangsawan kembali menegaskan, pihaknya tidak main-main menindak gelandangan dan pengemis (gepeng). Selain menganggu ketertiban umum, dari segi aturan gepeng juga dilarang berkeliaran di Kota Mataram.

a�?Cuma perlu kami garis bawahi, kalau ada pengemis masuk kantor wali kota, itu bukan tugas satgas untuk menghalau tapi pengamanan di sana dari satpol PP,a�? cetus Indra.

Hal ini diharapkan jadi atensi semua pihak. Terutama di kantor-kantor dengan pengawalan lengkap. Sedianya, membantu menghalau pengemis agar tidak sampai masuk ruangan. a�?Barulah kalau dijalan-jalan satgas kami yang bertindak,a�? tandasnya.

Sementara itu Inaq Minah terus meminta belas kasihan agar dilepaskan. Ia mengakui dirinya dikoordinir untuk mengemis di wilayah kota. Sayangnya, ia berdalih tidak mengenal orang yang mengkoordinirnya.

a�?Saya berlima, saya cuma diantar sampai di sini pakai mobil kuning,a�? ujarnya dengan nada mengiba.

Ia pun terus mengiba agar dilepaskan. Alasannya, karena merasa tidak melakukan kesalahan fatal. a�?Kalau saya mencopet dan mencuri baru saya dihukum pak, tapi saya kan cuma minta keikhlasan orang,a�? ujarnya. (zad/r3)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka