Ketik disini

Headline Kriminal

Kangen Ibu, Tahanan Kabur dari PN Mataram

Bagikan

MATARAM-Dedi Purnama, tahanan kasus narkoba yang sempat kabur dari Pengadilan Negeri (PN) Mataram Kamis (15/6) laluA� akhirnya menyerahkan diri. Dia dijemput petugasA� di rumah orang tuanya, di Kuripan, Lombok Barat (Lobar), kemarin (16/6).

Pengawal tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram Gidion mengatakan, informasi posisi Dedi diperoleh dari keluarga yang bersangkutan. “Kami ditelepon oleh istrinya,” kata Gidion.

Selanjutnya, petugas langsung menjemput Dedi di rumah orang tuanya, sekitar pukul 18.30 Wita. Dengan dikawal tiga petugas Kejari Mataram, Dedi kembali dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Gidion mengatakan, Dedi kabur karena kangen dengan orang tuanya. Selama menjalani hukuman di Lapas Mataram, kedua orang tuanya belum pernah menjenguknya.

“Dia kangen sama ibunya di rumah,” terangnya.

Kronologis kaburnya Dedi, kata Gidion, terjadi ketika pihaknya akan memulangkan seluruh tahanan yang menjalani sidang pada Kamis (15/6). Saat menghitung jumlah tahanan, petugas mendapati jika satu tahanan tidak berada di tempat.

Menurut pengakuan Dedi kepada petugas, dia kabur menuju Kebon Talo, Ampenan, dengan berjalan kaki. Dari sana, Dedi meminta temannya untuk mengantar ke rumah orang tuanya di Kecamatan Kuripan, Lobar.

Disinggung soal mudahnya Dedi kabur dari PN Mataram, Gidion berdalih jika saat itu banyak tahanan yang menjalani sidang. Kondisi PN Mataram yang ramai dengan pengunjung, juga menyulitkan mereka melakukan kontrol.

“Kita juga dalam kondisi capek karena berada di lapangan,” kata dia.

Apa tidak ada penjagaan dari kepolisian? Mengenai ini, Gidion membantahnya. Kata dia, pengamanan dari kepolisian tetap ada. Padahal dari pengamatan koran ini, beberapa minggu terakhir tidak terlihat pengamanan dari kepolisian saat proses persidangan tahanan di PN Mataram.

“Tetap ada dan selalu ada. Dari awal sampai pulang,” ujar Gidion.

Sebelumnya Kajari Mataram Rodiansyah mengakui adanya kelengahan dari petugas kejaksaanA� sebagai penyebab kaburnya Dedi.

a�?Ada kelalaian dari staf, karena tidak di monitor apakah sudah masuk atau tidak,a�? ujar Rodiansyah.

Sementara itu, Kasubsi Pengamanan Lapas Mataram Gazali membenarkan jika Dedi telah berada di Lapas Mataram yang bersangkutan diterima pihak Lapas pada pukul 20.00 Wita.

“Benar sudah ada di sini,” kata pria berkepala plontos ini.

Menurut Gazali, kaburnya Dedi murni karena faktor psikologis. Apalagi beberapa hari lagi, umat muslim akan merayakan hari raya Idul Fitri.

“Jelang Idul Fitri memang ada rasa kangen terhadap keluarga. Apalagi kondisinya tengah menjalani hukuman,” kata Gazali.

Selain di Mataram, di Rutan Bima juga terjadi peristiwa yang sama. Mustamim, warga Desa Soki, Kecamatan Belo, kabur dari Blok A Kamar nomor 11 pada Rabu (14/6). Pelaku memanfaatkan kondisi rutan yang minim penjagaan karena petugas tengah melaksanakan ibadah Ramadan.

Sebelum kabur, tahanan Kejaksaan Negeri Bima ini mengaku sakit saat diminta petugas Rutan untuk mengikuti Salat Isya dan Tarawih berjamaah. Selanjutnya, dia membobol plafon sel dan kabur melompati tembok rutan.

Terpisah, Kabidhumas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti mengatakan, terhadap dua tahanan yang kabur itu, pihak kepolisian telah melakukan pencarian. Ada atau tidaknya koordinasi dari kejaksaan dan rutan, jajarannya akan tetap memberikan bantuan.

a�?Kita tetap berikan bantuan, karena sudah kewajiban,a�? kata Tri Budi.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka