Ketik disini

Headline Metropolis

273 Desa di NTB Belum Terima Dana Desa

Bagikan

MATARAM-Para kepala desa di NTB diminta mengelola dana desa dengan baik. Artinya, dibelanjakan sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat. Jangan sampai dana miliaran rupiah yang diberikan pemerintah dikelola sembarangan, apalagi sampai dikorupsi dan menimbulkan kerugian.

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin beberapa waktu lalu saat Safari Ramadan di Desa Gegerung, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Ia mengajak seluruh kepala desa memanfaatkan dana yang diberikan pemerintah pusat itu dengan tepat. Mengingat, dana yang disalurkan ke desa-desa tersebut cukup besar.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Provinsi NTB tahun ini mendapatkan jatah Rp 865 miliar untuk 995 desa. Sehingga dalam satu tahun desa bisa mengelola anggaran hingga satu miliar lebih.

a�?Harus dimanfaatkan dengan baik untuk membangun desa, karena desa merupakan kekuatan utama bangsa ini,a�? katanya.

Dana desa dibelanjakan untuk pemberdayaan desa, serta membangun kapasitas masyarakat, khususnya pemuda. Hal itu penting, mengingat sumber daya manusia perlu ditingkatkan untuk mengelola sumber daya alam yang dimiliki. Jika pemuda tidak berdaya, maka potensi sumber daya alam yang melimpah sulit untuk dikelola.

Selain dana desa, wagub mengajak seluruh unsur masyarakat untuk menjaga sekaligus mempromosikan seluruh potensi yang ada di NTB. Seperti potensi pertanian, kehutanan, peternakan dan pariwisata. Seluruh potensi tersebut sepenuhnya dikelola untuk kesejahteraan masyarakat. Sehingga, angka kemiskinan dan kesenjangan yang ada dapat diturunkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMPD-Dukcapil) Provinsi NTB H Rusman menyebutkan, dari 995 desa yang menerima dana desa, baru 722 saja yang ditransfer oleh pusat ke rekening masing-masing desa. Sementara 273 desa belum menerima hingga saat ini. Untuk jumlah dana yang telah ditransfer, Rusman mengaku belum mendapatkan laporan resmi dari kabupaten.

Jumlah desa yang sudah mendapatkan anggaran terus bertambah. Dari 180 desa bulan Mei lalu kini sudah ada bertambah menjadi 722 desa. Sementara sisanya belum mendapat transferan karena masih ada kendala teknis. Seperti masih ada APBDes yang sedang diverifikasi. Beberapa desa juga terlambat menyerahkan laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran tahun sebelumnya. Sehingga dana yang mestinya cair di awal tahun molor sampai sekarang.

a�?Sebelum laporan diserahkan, pusat tidak akan memberikan dana tersebut,a�? katanya. (ili/r7)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka