Ketik disini

Bima - Dompu

Donggo Mulai Dilanda Kekeringan

Bagikan

BIMA-Kekeringan di wilayah Donggo selalu menjadi masalah tahunan tanpa solusi. Setiap memasuki musim kemarau, ribuan warga di tempat itu kesulitan air bersih.

Kondisi diperparah dengan kondisi mata air mulai berkurang, sementara di satu sisi kebutuhan air bersih meningkat seiring pertambahan penduduk. Sejumlah desa yang langganan kekeringan yakni, Desa Mpili, Desa O’o, Doridungga dan Desa Palama.

A�Salah seorang warga Dusun Kamunti, Desa Mpili Sarifudin mengatakan, setiap tahun kekeringan terus melanda. Permintaan air bersih setiap masuk musim kemarau meningkat. Bahkan warga rela berjalan berkilo-kilometer untuk mendapatkan satu jeriken air.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”579″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

A�”Sekarang debit air sudah mulai berkurang. Musim antrean di bak induk dimulai lagi,” katanya pada Radar Tambora (Lombok Post Group), Minggu (18/6).

A�Kata dia, warga yang ingin mendapatkan air bersih harus antre di bak induk. Mereka bergiliran mengisi air ke dalam jeriken dan ember.

A�”Antrean air sudah biasa setiap tahun. Belum ada perubahan dan upaya dari pemerintah padahal kita sudah pernah usul,” katanya.

A�Dia mengaku, bukan tidak ada kesadaran masyarakat untuk memperbaiki kondisi ini. Warga sudah berupaya gotong rorong dengan memperbaiki saluran perpipaan. Tapi, masalah yang mendasar ada di bak induk penampungan mata air.

”Kita ingin bak menampung dibuat ulang yang lebih besar lagi. Begitu juga pipa yang digunakan diubah yang lebih besar,” ujarnya.

A�Menurutnya, jika bak induk penampungan dibangun ulang tentu membutuhkan biaya besar. Mestinya pembangunan menjadi peran pemerintah dalam membatu meringankan beban masyarakat.

A�”Kami sangat yakin jika bak induk dibuat ulang kekeringan tidak seperti ini lagi,” katanya.

A�Hal yang sama dikatakan Suandi, warga Desa Palama. Dia mengaku, masalah kekeringan bukan hanya faktor berkurangnya sumber mata air. Tapi, pembagian air dan minimnya fasilitas menjadi kendala utama.

A�”Kita berharap perintah bisa menyikapinya. Selama ini tidak ada perhatian serius. Padahal air ini kebutuhan pokok masyarakat,” pungkasnya. (dam/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka