Ketik disini

Headline Kriminal

Teror Berita Hoax Ancam Pilkada NTB Serentak 2018 Mendatang

Bagikan

MATARAM-Pemilihan kepala daerah serentak di wilayah NTB, tinggal hitungan bulan. Aparat kepolisian mulai melakukan sejumlah antisipasi menghadapi gelaran demokrasi ini. Salah satunya mengawasi penyebaran berita bohong.

Maraknya penyebaran berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan menjadi atensi aparat penegak hukum dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Berita yang muncul di media sosial, diperparah dengan konten yang sensitif.

Masalah ini telah menjadi pembahasan Kapolda NTB Brigjen Pol Firli bersama MUI. Ketua MUI NTB Prof H Syaiful Muslim mengatakan, berita hoax sudah harus menjadi atensi. Apalagi penyebarannya yang sangat cepat di dunia maya.

a�?Berita hoax ini larinya kemana-mana, bahaya,a�? kata Syaiful saat bertemu dengan Kapolda, belum lama ini.

Syaiful mengatakan, pencegahan penyebaran berita hoax bisa dilakukan melalui pendekatan secara keagamaan. Langkah ini dipandang lebih bagus dan tepat mengatasi persoalan itu.

a�?Namanya berita hoax berati berita fitnah. Semua yang namanya fitnah dalam agama itu tidak benar dan menimbulkan dosa,a�? ujar dia.

Baca Juga

[su_posts template=”templates/teaser-loop.php” posts_per_page=”1″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Menyikapi hal tersebut, pihaknya tengah melakukan kajian. Ini terkait upaya untuk mencegah berita hoax melalui fatwa haram.

a�?Masih kita kaji fatwa haram bagi hoax ini. Karena hoax ini bagian dari fitnah dan fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Itu yang kita pegang,a�? tegasnya.

Sementara itu, Kapolda NTB Brigjen Pol Firli memberi respons positif kepada MUI. Jika itu terwujud, maka kepolisian akan memberi dukungan penuh.

a�?Kita dukung penuh, karena sudah seharusnya seperti itu,a�? kata Firli.

Firli mengatakan, masyarakat harus lebih bijak menggunakan media sosial. Apalagi NTB sebentar lagi akan menggelar pesta demokrasi, yakni Pilkada. Dia mengimbau, agar setiap informasi yang diterima, dari manapun dan meragukan, untuk jangan disebarkan.

Jika informasi yang tidak benar ini disebarkan lagi kepada orang lain, maka yang menyebarkan ini bisa terkena masalah hukum dan diproses aparat berwenang.

a�?Ada sanksinya untuk pihak yang menyebarkan berita hoax,a�? tegas dia.(dit/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags: