Ketik disini

Headline Kriminal

Waspada !!! Aksi Pencurian Meningkat Jelang Lebaran

Bagikan

Bulan suci Ramadan tidak membuat para maling menjadi saleh. Tidak pula membuat mereka menghentikan aktivitas pencuriannya. Sebaliknya, di Ramadan, terutama menjelang hari raya Idul Fitri, pelaku kriminal semakin giat. Bukan untuk beribadah tentunya, tetapi melakukan tindak kriminal.

***

Masuk di Bulan Ramadan, warga Kota Mataram dihebohkan sejumlah tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian dengan kekerasan (curas). Beberapa kasus di antaranya, cukup membuat heboh. Namun hingga kini, aparat kepolisian belum berhasil mengungkapnya.

Pertama, perampokan sebuah kos-kosan di Pejarakan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Peristiwa ini terjadi pada Senin (5/6) atau genap satu minggu umat muslim melaksanakan ibadah puasa Ramadan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Pencurian itu dilakukan oleh dua orang pria tak dikenal. Aksi mereka bahkan terbilang cukup berani. Sebab pelaku melakukan aksinya pada pagi hari, sekitar pukul 08.10 Wita. Mereka tiba-tiba masuk ke dalam areal kos dan melakukan penodongan terhadap penghuni kos, yakni Karina, 28 tahun; Novia; 28 Tahun; dan Yunik, 31 tahun.

Kedua pencuri melakukan penodongan disertai ancaman terhadap tiga orang penghuni kos. Hal tersebut membuat nyali penghuni kos ciut.

Meski tidak memberi perlawanan, dua orang pelaku mengambil jalan aman. Mereka mengikat ketiganya dengan menggunakan kabel catokan rambut.

Selanjutnya, harta benda milik korban digasak pelaku. Antara lain, satu laptop merek Acer, tiga telepon genggam merek Lenovo dan Samsung, serta satu unit pengisi daya baterai telepon genggam. Akibat aksi pencurian ini, korban menderita kerugian sekitar Rp 11 juta.

Berselang tiga hari, Kamis (8/6), mobil milik H Lalu Daryadi alias Mamiq Dar dibobol orang tak dikenal di parkiran Mataram Mall. Aksi pencurian mengakibatkan pria asal Sekotong itu, menderita kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Pembobolan tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 Wita. Ketika korban tengah berbelanja di Mataram Mall. Sementara mobil Toyota Fortuner yang digunakan diparkir di halaman parkir mall.

Akibat pencurian uang ratusan juta itu, ratusan massa dari wilayah Sekotong, Lombok Barat, datang ke Mataram Mall. Gelombang massa datang sejak pukul 16.30 Wita. Menggunakan puluhan motor dan mobil bak terbuka.

Suasana tegang terjadi ketika ratusan massa terkonsentrasi di depan Mataram Mall. Guna menghindari ricuh, aparat kepolisian meminta pengelola Mataram Mall untuk tutup lebih cepat. Pengunjung dan pegawai di Mataram Mall pun dipulangkan.

Mereka menuntut kelalaian manajemen Mataram Mall. Rapat kilat digelar. Hasilnya, pengelola Mataram Mall akan bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa Mamiq Dar.

Masih di hari yang sama, rumah Ketua KPU NTB Lalu Aksar Anshori di Jempong, Kecamatan Sekarbela, kemalingan. Peristiwa pencurian ini mengakibatkan hilangnya sejumlah harta benda milik korban, antara lain satu laptop, telepon genggam, dan dua keris.

Kata Ketua KPU NTB Lalu Aksar Anshori, rumahnya dimasuki maling saat ia bersama keluarganya pergi berbuka puasa di rumah tetangga. Karena itu, rumah kemudian ditinggalkan dalam keadaan kosong. Ini belum termasuk aksi perampokan yang menewaskan Amaq Jon, warga Dusun telone, Sekaroh, Jerowaru, Lotim bulan lalu.

a�?Semoga bisa cepat ditemukan pelakunya,a�? ujar Lalu Aksar Anshori.

Terpisah, Sosiolog Universitas Muhammadiyah Malang Hutri Agustino mengatakan, meningkatnya aksi kriminalitasi menjelang hari raya, hampir rata terjadi di setiap daerah. Biasanya pelaku menyasar pusat keramaian dan perumahan.

a�?Kriminalitas meningkat, pencurian dan perampokan jadi jalan cepat untuk mendapatkan uang tunai,a�? katanya via pesan singkat.

Dia menjelaskan, tradisi lebaran bagi sebagian besar masyarakat Indonesia adalah mengeluarkan uang lebih banyak. Bagi sebagian orang, terutama yang tidak bekerja, akan sulit menjalankan tradisi ini.

Mereka yang seperti itu dan mempunyai pikiran pendek, lanjut Hutri, akan memilih jalan pintas. Yakni dengan melakukan tindakan kriminal.

a�?Ini yang perlu di antisipasi aparat kepolisian, karena tak jarang aksi perampokan jelang lebaran membuat pelakunya lebih agresif,a�? kata alumni program Erasmus Mundus University Of Trento, Italia ini.

Sementara itu, Kapolres Mataram AKBP Muhammad tak menampik naiknya grafik kejahatan saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri. a�?Kebutuhan akan materi memang semakin meningkat mendekati lebaran,a�? kata dia.

Dia mengatakan, indikasi tindakan kriminal tersebut karena adanya kebutuhan untuk hari raya idul fitri. Pelakunya berasal dari orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan. Sementara, mereka membutuhkan materi untuk menyambut lebaran.

a�?Jadinya gelap mata, mencuri dan merampok,a�? ujarnya.

Mengenai aksi curat dan curas yang terjadi di wilayah hukumnya selama Ramadan, Kapolres mengatakan masih berupaya melakukan pengungkapan. Mereka telah mengantongi sejumlah nama yang diduga sebagai pelaku utama.

Selain itu, kepolisian turut mengintensifkan kegiatan patroli. Pengamanan bersama masyarakat, juga dilakukan polisi.

a�?Satu minggu jelang Ramadan, kita lakukan patroli gabungan bersama Polda dan Satpol PP juga,a�? tandasnya.(wahidi akbar sirinawa/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka