Ketik disini

Headline Metropolis

Benahi Kota Tua Ampenan, Pemprov NTB Bantu Rp 600 Juta

Bagikan

MATARAM-Pemprov NTB menegaskan komitmennya untuk ikut ambil bagian dalam rencana revitalisasi eks Pelabuhan Ampenan. Bahkan pemprov berkomitmen menggelontorkan anggaran Rp 600 juta A�untuk mendukung rencana Pemkot Mataram itu.

a�?Benar itu, kita akan bantu pada tiga paket pengerjaan,a�? kata Kadis Pariwisata NTB L Mohammad Faozal.

Tiga paket yang dimaksud adalah, penataan taman di lokasi tersebut, pembuatan photo booth atau area berfoto ria, serta penataan di area Sungai Jangkuk. Dengan bantuan itu, ia berharap Ampenan bisa lebih menggeliat.

Sebagai kota pertama di Lombok yang berkembang pesat sejak era kolonial, Ampenan menurutnya memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Tinggal bagaimana pemerintah bisa memunculkan keunikan itu sehingga Ampenan bisa benar-benar hidup dengan konsep terbaru.

a�?Saya kira rencana kota itu positif, makanya provinsi mendukung,a�? ujarnya.

Penataan taman lanjutnya penting untuk memastikan ruang terbuka bagi para pengunjung yang datang. Sedangkan area foto bisa menjadi sarana untuk mempromosikan Ampenan. Pengunjung yang mengabadikan momennya di Ampenan pastilah mengunduhnya di internet, sehingga menjadi promosi gratis yang massif. Sedangkan penataan sungai adalah bagian terintegrasi dari sejarah Ampenan yang coba dihidupkan.

a�?Jadi ada wisata airnya juga sebagai pilihan,a�? katanya.

Faozal menambahkan, jika Detail Enginering Design (DED) telah rampung, pihaknya bisa lebih banyak lagi berkontribusi di Ampenan.

a�?Karenanya pemkot harus bisa cepat, supaya kami bisa bantu,a�? imbuhnya.

Sebelumnya Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana telah menginstruksikan seluruh OPD bahu membahu menyukseskan rencana kali ini. Pria yang juga menjabat Ketua Tim Penataan Kota Tua Ampenan itu menginginkan tak ada lagi kegagalan dalam penataan Ampenan kali ini.

a�?Kita maksimalkan segala sumber daya, siapapun yang mau bantu partisipasi, silakan,a�? ucapnya. (yuk/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka