Ketik disini

Headline Selong

Soal Mi Babi, Lotim Tunggu Arahan BPOM

Bagikan

SELONG-Kabar mi instan produk korea yang diduga mengandung babi menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat maupun di media sosial. Itu setelah BPOM pusat mengeluarkan surat peringatan terkait penarikan produk mi instan asal Korea Selatan. Namun demikian, di Lombok Timur, masyarakat nampaknya tak terlalu menghiraukan kabar ini.

a�?Belum ada tindakan apa-apa. Karena sampai sekarang belum ada pemberitahuan dari BPOM kalau ada produk itu,a�? kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Lotim H Teguh Sutrisman.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Dijelaskannya, menyikapi informasi yang ada di media, Teguh tak ingin terburu-buru langsung bertindak. Karena di daerah menurutnya ada BPOM Mataram yang menjadi pihak berwenang menentukan apakah makanan tersebut harus A�ditarik atau tidak dari peredarannya. Karena BPOM menguji kandungan makanan berdasarkan hasil laboratorium.

a�?Kalau sudah ada edaran dari BPOM, baru kita bergerak bersama-sama. Sampai saat ini belum ada,a�? akunya.

Terpisah, di sejumlah minimarket yang ada di Lotim terdapat sejumlah mi instan yang mirip dengan mi instan jenis yang akan ditarik BPOM dari peredaran. Namun, mi yang beredar ini disinyalir bukanlah termasuk jenis yang mengandung babi. a�?Belum ada sampai sekarang perintah untuk penarikan. Jadi kami biarkan saja, kami hanya menunggu arahan dari manajemen,a�? ujar Irna salah seorang petugas minimarket.

Namun ia juga membeberkan ada beberapa jenis mi instan yang oleh pihak manajemen diminta untuk dimasukkan ke dalam gudang terlebih dahulu. Untuk mencegah kekhawatiran masyarakat akibat dugaan adanya mi yang mengandung babi tersebut. a�?Ada beberapa yang jenis yang mirip dengan yang diberitakan itu diminta dimasukkan dulu tadi malam,a�? akunya.

Untuk dilakukan pengecekan apakah mi tersebut termasuk dalam jenis yang dinyatakan BPOM mengandung babi atau tidak. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka