Ketik disini

Headline Metropolis

NTB Dianggap Aman dari Mi Korea Mengandung DNA Babi

Bagikan

MATARAM-NTB hingga kemarin dipastikan aman dari serbuan mi asal Korea yang diketahui mengandung DNA babi. Mi Korea yang ditemukan di sejumlah supermarket modern di NTB, dipastikan adalah varian yang lain dan sama sekali berbeda dengan empat varian mi serupa yang ditemukan mengandung DNA babi tersebut.

a�?Mi Korea yang beredar di toko-toko modern di NTB namanya memang sama. Seperti Shin Ramyun. Tapi, dipastikan yang beredar di NTB bukan yang masuk public warning dari BPOM. Itu jenis Shin Ramyun Black, sehingga di NTB aman,a�? ujar Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram Ni GAN Suarningsih di sela inspeksi mendadak bersama tim terpadu di sejumlah toko medern kemarin (19/6).

Dia menegaskan, empat produk Mi Korea yang mengandung minyak babi yakni Shin Ramyun Black (BPOM RI ML 231509052014), Mi Instan U-Dong (BPOM RI ML 231509497014), Mi Instan Rasa Kimchi (BPOM RI ML 231509448014), dan Mi Instan Yeul Ramen (BPOM RI ML 231509284014), tidak beredar sama sekali di NTB. Setidaknya hingga kemarin.

Karena itu, kemarin di sejumlah toko medern yang sehari sebelumnya telah menggudangkan mi Korea yang mereka jual sebelumnya, masih ada yang memajang mi tersebut. Pihak BBPOM pun tak melarang hal tersebut karena memastikan bahwa varian mi tersebut memang berbeda dengan empat varian yang dipastikan mengandung minyka babi.

Hanya saja, BBPOM mengingatkan masyarakat di NTB yang dibelit rasa khawatir dan waswas, agar tidak membeli dan mengonsumsi mi asal korea tersebut. a�?Carilah makanan yang sudah pasti terjamin halalnya. Kalau yang takut lebih baik jangan konsumsi. Meski kalau dikatakan aman ya aman, karena prosedur produk sudah sesuai,a�? tambahnya.

Dikatakan Suarniningsih, sebenarnya belum lama ini BPOM juga pernah melakukan pengecekan pada semua mi impor yang masuk ke NTB secara sampling. Dan hasilnya memang negatif. Seluruh kandungan dipastikan memenuhi standar makanan BBPOM.

Di era pasar bebas seperti sekarang, memang diakui menjadi tantangan besar untuk bisa membendung masuknya makanan impor. Karena itu, masyarakat juga diminta untuk selalu melakukan pengecekan sebelum membeli suatu produk baik itu tanggal kedaluwarsa, komposisinya atau packingnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj Putu Selly Andayani mengatakan, sejauh pengecekan produk yang dilakukan kemarin, dipastikan makanan di NTB aman. Semua masih layak untuk dikonsumsi karena sesuai dengan aturan produk yang boleh dipasarkan termasuk mi korea tersebut.

a�?Masyarakat jangan resah, makanan di NTB aman. Tapi, tetap masyarakat harus jadi konsumen yang cerdas,a�? terangnya.

Sementara itu, kemarin, Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram Lalu Alwan Basri kemarin menggelar pemantauan langsung ke sejumlah toko modern di Kota Mataram. Alwan, antara lain terlihat keluar masuk sejumlah toko modern. Di antaranya jaringan ritel besar Indomart dan Alfamart. Hasilnya, sejauh yang ia pantau, semua masih aman dan di luar dari empat jenis mi yang dilarang beredar.

Sementara terkait ada beberapa temuan produk Mi Korea yang tidak dilengkapi dengan label halal, Alwan mengatakan itu bukan domainnya untuk memvonis mi itu sudah pasti mengandung fragmen DNA babi. Ia menyerahkan semua pada hasil uji lab BBPOM yang lebih berwenang untuk memastikan kandungannya.

a�?Kita serahkan dulu semua pada BPOM, karena mereka yang punya kewenangan untuk meneliti kandungannya,a�? jelasnya.

Sebelumnya, Alwan juga sempat dibuat bingung oleh varian mi dengan nama dagang Samyang. Keduanya memiliki desain gambar yang sama. Perbedaanya hanya ada yang berbungkus hitam dan ada yang merah.

a�?Kalau mengacu ke gambar yang dilarang adalah berbungkus hitam, tetapi kalau masyarakat ragu sebaiknya jangan dulu (dikonsumsi) sampai ada keterangan lebih lanjut dari BPOM,a�? tadasnya.

Alwan pun brencana untuk menyurati semua penanggung jawab toko swalayan yang menjual Mi Korea. Mereka diminta meneliti terlebih dahulu nomor registrasi produk yang dijual dan jaminan kehalannya jelas.

Terpisah, Asisten II Setda Kota Mataram Wartan menyayangkan, jika benar ada Mi Korea mengandung DNA babi beredar di Kota Mataram. a�?Apalagi sampai membuat resah masyrakat,a�? cetus Wartan.

Dikatakannya domain pengawasan saat ini, masih menjadi tanggung jawab BBPOM Mataram. Senada dengan Alwan, ia juga mengimbau pada pengusaha swalayan memerhatikan betul jenis dagangan yang dipajang di tempatnya. a�?Tolong dicermati lagi dengan baik,a�? harapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemeriksaan BPOM Kota Mataram Yosef Dwi Irwan meluruskan berbagai tudingan miring yang mengarah ke BPOM. Dimana pihaknya dianggap lalai pada makanan yang mengandung zat tertentu, seperti DNA babi. Pada dasarnya, lanjut Yosef, BBPOM punya kewenangan untuk memastikan makanan itu layak konsumsi atau tidak.

a�?Tetapi memang kalau mengacu pada peraturan kepala Badan POM Nomor 12/2016, panganan olahan yang mengandung bahan tertentu yang berasal dari Babi harus mencantumkan tanda khusus, a�?mengandung babia��,a�? terangnya.

Hal ini rupanya yang dilalaikan oleh pihak produsen. Teruama Mi Korea yang langsung diimpor dari Korea. Sementara, Mi Korea yang diproduksi lokal, sejauh pantaunnya semua aman.

Menanggapi ada Mi Korea yang beredar, namun tidak mencantumkan logo halal, Yosef mengatakan ini karena pengharusan pencatuman logo halal selama ini masih bersifat saran saja dan tidak mengikat. a�?Tetapi pencantuman logo halal juga harus diikuti juga dengan sertifikat halal (perusahaan),a�? terangnya.

Persoalan inilah yang membuat banyak produk halal akhirnya tidak ada tanda khusus dengan produk yang tidak halal. Sementara baru beberapa perusahaan saja yang tergerak untuk memastikan label halal di produknya.

 

Ruby Tak Kooperatif

 

Sementara itu, kemarin Dinas Perdagangan Kota Mataram menemukan ada swalayan yang terkesan menutup-nutupi adanya produk Mi Korea yang mereka jual. Di Ruby Supermarket misalnya, Dinas Perdagangan Kota Mataram menemukan rak yang dipasangi label merek Mi Korea. Namun, mi tersebut telah digudangkan, sehingga kosong.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram Lalu Alwan Basri yang coba menemui manajemen Ruby tak mendapati hasil. Padahal ia perlu mengetahui ke mana mi itu dibawa dan diapakan. Apakah untuk kembali dijual atau dimusnahkan. a�?Yang kita sayangkan itu, mengapa tak kooperatif memberi penjelasan,a�? ujarnya.

Alwan, sempat cukup lama menunggu manajemen Ruby. Namun tak kunjung ada yang menemuinya hingga dirinya dan sejumlah awak media memutuskan balik kanan. Sebelumnya, ia juga menyempatkan diri mengunjungi gerai Alfamart dan Indomaret. Hasilnyapun nihil.

Sementara itu, Komisi II DPRD Kota Mataram mengapresiasi langkah cepat BBPOM. Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram H Muhamad Zaini menyebutkan langkah tersebut sangat tepat untuk para umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Ia mengatakan dengan adanya kejadian seperti itu, sertfikasi halal merupakan hal yang penting untuk sebuah standar pangan yang akan dikonsumsi umat.

a�?Sertifikasi halal, dan logo halal yang ada di makanan itu penting. Itu digunakan umat muslim untuk menyeleksi makanan apa yang akan mereka makan. Karena kehalalan suatu makanan, sangat penting bagi seluruh umat Islam di dunia,a�? katanya pada Lombok Post.

Dia pun berharap, masyarakat pandai-pandai menyeleksi makanan apa yang akan dimakan. Terutama panganan yang berasal dari luar negeri. a�?Pokoknya harus betul-betul diseleksi,a�? tegasnya. (nur/zad/yuk/cr-tea/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka