Ketik disini

Headline Praya

350 PNS Loteng Bolos Kerja Dihari Pertama

Bagikan

PRAYA-350 aparatur sipil negara (ASN) di Lombok Tengah (Loteng), dipastikan tidak akan menerima tunjangan kinerja daerah (TKD) selama satu bulan. Langkah itu dijalankan, karena mereka ditemukan tidak masuk kerja pada hari pertama masuk kerja usai libur lebaran.

a�?Tapi, kami masih melakukan verifikasi. Karena, sidak masih berlangsung,a�? kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Loteng HM Nazili, kemarin (4/7).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Sehingga, lanjut Nazili bisa saja jumlahnya bertambah, bahkan berkurang. Kendati demikian, sanksi tetap diberikan kepada siapa pun yang dianggap malas bekerja. Padahal, jauh-jauh hari mereka sudah diingatkan. Sayangnya, ada saja yang tidak mengindahkan. a�?Mereka rata-rata dari kalangan staf,a�? bebernya.

Untuk pejabat eselon II, terang Nazili tidak ada. Mereka tetap bekerja seperti biasa. Mereka pun langsung memimpin upacara bendera di dinas dan instansinya masing-masing. a�?Total ASN di daerah kita ini, sekitar 10 ribu orang,a�? katanya.

Mereka, terangnya terdiri dari abdi negara yang bekerja di sekretariat Pemkab, satuan kerja pelayan masyarakat (SKPM) lingkup Pemkab dan pemerintah kecamatan, hingga guru, tenaga medis dan para pengawa pendidikan. Yang ditemukan membolos tersebut, kebanyakan dari SKPM lingkup Pemkab.

a�?Prinsipnya, kami tetap menjatuhkan sanksi. Kami tidak mau tahu,a�? tegasnya.

Ia menekankan, BKD akan menyiapkan berita acara pemeriksaan (BAP). Itu dilakukan kepada para pejabat eselon IV dan III. Sementara staf, BAP dilakukan pejabat dinas dan instansinya masing-masing. Setelah selesai, bukti pemeriksaan dan nama-nama bersangkutan, diserahkan ke bagian keuangan.

Lebih lanjut, pihaknya mengatakan sidak sudah berlangsung dua hari. Untuk hari kedua, hari ini (Selasa, kemarin) BKD masih melakukan rekap data. Yang tidak masuk dalam sidak yaitu, mereka para abdi negara yang bekerja sebagai tukang kebun, sopir, penjaga malam, petugas piket rumah sakit, Puskesmas dan Pustu.

a�?Kita tunggu saja data verisikasi terakhir,a�? kata mantan Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrnas) Loteng tersebut.

Ia menambahkan, agar ASN lain dimana pun berada, belajar dari kasus yang ada tersebut. Ia mengingatkan, antara hak dan kewajiban harus seimbang. a�?Hari kedua ini, kami menyisir aparatur pemerintah kecamatan,a�? kata Kabid Pembinaan BKD Loteng Rajab Alimudin, terpisah.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka