Ketik disini

Tanjung

70 Persen Hotel di Lombok Utara Belum Urus TDUP

Bagikan

TANJUNG-Kebakaran yang terjadi di Gili Trawangan beberapa waktu seharusnya jadi pelajaran bagi semua pengelola hotel. Salah satunya untuk menyediakan alat pemadam api ringan (APAR). Terlebih APAR ini menjadi salah satu syarat pengusaha mendirikan hotel. Namun saat ini disinyalir 70 persen penginapan yang ada di Lombok Utara belum menyediakan APAR.

a�?Ketersediaan APAR ini masuk dalam syarat pengurusan TDUP (Tanda Daftar Usaha Pariwisata). Tapi sampai sekarang 70 persen hotel belum mengurus TDUP ini. Jadi ada kemungkinan hotel-hotel ini tidak memenuhi prasyarat,a�? ungkap Kabid Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Disbudpar Lombok Utara Wayan Bratayasa, kemarin (5/7).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”94″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Brata mengatakan, pihaknya sudah sering mengingatkan pengusaha untuk mengurus TDUP. Namun kesadaran pengusaha rupanya masih minim. Bahkan pihaknya sudah beberapa kali menggelar sosialisasi pengurusan TDUP ini.

a�?Sering kita sosialisasi tapi masih ada saja hotel yang belum mau mengurus TDUP. Kalau mereka tidak punya TDUP tentu pemda tidak tahu fasilitas apa saja yang dimiliki hotel tersebut,a�? katanya.

Saat ini ada 1.155 usaha pariwisata seperti travel agent, restoran, penginapan, dan money changer di Lombok Utara. Namun yang sudah mengantongi TDUP baru 507 tempat usaha. Bahkan Gili Trawangan menjadi lokasi yang masih banyak pengusaha belum memiliki TDUP. Dari pendataan yang dilakukan jumlah usaha pariwisata di Gili Trawangan mencapai 599. Tetapi yang sudah mengantongi TDUP sebanyak 198. a�?Ini yang terdaftar di kami,a�? cetusnya.

Lebih lanjut, Brata mengungkapkan, sebagai langkah tindak lanjut, pihaknya akan menyasar langsung ke penginapan maupun hotel yang belum memiliki TDUP tersebut. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka