Ketik disini

Headline Praya

Dewan Kritik Fasilitas RSUD Praya

Bagikan

PRAYA-Fasilitas penunjang pelayanan kesehatan, di rumah sakit umum daerah (RSUD) Praya Lombok Tengah (Loteng) buruk. Sejumlah kamar mandi di ruang perawatan dinilai tidak layak. Parahnya lagi, air bersih seringkali macet.

a�?Itu kami ketahui, setelah romobongan Komisi IV melakukan sidak hari ini (Selasa, kemarin),a�? kata Anggota Komisi IV DPRD Loteng Ahmad Supli pada Lombok Post, kemarin (4/7).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Rombongan Komisi IV pun, diakui Supli merasa kaget begitu melihat fasilitas, sarana dan prasarana penunjang pelayanan kesehatan di rumah sakit pemerintah tersebut, memprihatikan. Padahal, dewan merasa telah menggelontorkan anggaran besar untuk melakukan peremajaan dan perbaikan. Salah satunya, anggaran untuk penanganan air bersih sebesar Rp 700 juta lebih.

Untuk itulah, pihaknya memberikan deadline kepada managemen rumah sakit. Mereka wajib menyelesaikan seluruh penataan fasilitas yang ada, tahun ini juga. Jika tidak, maka Komisi IV akan memangkas anggarannya secara besar-besaran, hingga meminta pemerintah mengganti manajemen rumah sakit.

a�?Kami sudah meminta ke PDAM, agar membuat jalur khusus air bersih ke RSUD Praya,a�? kata Supli.

Selain itu, tambah Supli Komisi IV juga melihat ada penumpukan keluarga pasien di ruang perawatan, hingga trotoar. Potret semacam itu, membuat suasana rumah sakit terkesan kumuh dan kotor. Apalagi, mereka membuang sampah sembarangan.

a�?Kami berusaha membatasi kunjungan keluarga pasien. Tapi, sulit sekali,a�? kilah direktur RSUD Praya Muzakir Langkir, terpisah.

Salah satunya, kata Langkir dengan meminta ketegasan Satpam rumah sakit. Sayangnya, lagi-lagi, sulit diatasi. a�?Yang lain-lain, kami sedang melakukan tender,a�? bebernya.

Khusus persoalan air bersih, tambah Langkir jalan keluar terbaiknya adalah, mengubah jalur PDAM. RSUD meminta jalur air dari PDAM.

Masalah yang satu itu pun, diakui Langkir memang seringkali dikeluhkan para pasien dan pengunjung, termasuk para tenaga medis. Namun, mau bagaimana lagi. Kendati demikian, ia berharap begitu tandor air dibangun, krisis air bisa diatasi. a�?Semoga saja,a�? kata Langkir.(dss/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka