Ketik disini

Headline Kriminal

Jaksa Akan Periksa Pejabat Dishut Terkait Kasus SHM Hutan Sekaroh

Bagikan

MATARAM-Jaksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Selong, Lombok Timur (Lotim), terus mendalami kasus penyalahgunaan kawasan Hutan Sekaroh. Dua pekan ke depan, penyidik akan memanggil sejumlah pihak terkait, termasuk dari perusahaan dengan inisial APC.

Kasipidsus Kejari Selong Iwan Gustiawan mengatakan, saksi-saksi yang akan dipanggil telah dijadwalkan jaksa. Mereka yang masuk dalam agenda pemeriksaan, antara lain pejabat Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Dishut) baik di tingkat provinsi dan kabupaten, serta PT APC asal Italia.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

a�?Dua minggu ke depan akan kita manfaatkan untuk pemeriksaan saksi,a�? kata Iwan, kemarin (5/7).

Iwan mengatakan, mereka yang akan dipanggil, sebelumnya pernah memberikan keterangan saat kasus berada di tingkat penyelidikan. Karena di tingkat penyidikan, jaksa memerlukan penambahan keterangan, maka mereka akan kembali dipanggil.

a�?Ada beberapa yang sebelumnya sudah dimintai keterangan,a�? jelasnya.

Posisi kasus di tingkat penyidikan, kata Iwan, membuat setiap orang yang dipanggil berstatus saksi. Rencananya, ada puluhan orang yang akan dipanggil dalam kapasitas mereka sebagai saksi.

Diketahui, penyidik telah menetapkan mantan Kepala Dinas Kehutanan NTB berinisial AP sebagai tersangka. Pria yang masih aktif sebagai PNS di Pemprov NTB ini, diduga melakukan penyalahgunaan kewenangan dalam pemanfaatan kawasan Hutan Lindung Sekaroh.

AP diduga telah mengeluarkan surat izin usaha pemanfaatan kawasan hutan. Izin itu dikeluarkan tanpa melalui prosedur yang sah, untuk perusahaan dengan inisial APC. Ada dugaan AP menerima gratifikasi dalam mengeluarkan surat izin untuk perusahaan budidaya mutiara itu.

Sebelum penetapan tersangka, penyidik telah melakukan gelar perkara. Dari sana terindikasi jika izin usaha yang dikantongi PT APC, tidak melalui mekanisme yang benar.

Iwan mengatakan, sejauh ini penyidik masih menetapkan satu orang tersangka. Namun dia tidak menampik bisa muncul tersangka lain dari hasil pengembangan penyidikan.

a�?Bisa saja ada yang lain, tapi tergantung hasil penyidikan lagi,a�? pungkas Iwan.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka