Ketik disini

Headline Kriminal

Awas, Rokok Elektrik Mengandung Narkoba!

Bagikan

MATARAM-Pengedar narkotika terus berinovasi untuk mengedarkan barang dagangannya. Salah satunya dengan mencampurnya ke dalam liquid vape (cairan rokok elektrik). Seperti yang terjadi di Surabaya, April lalu.

Meski belum menemukan kasus tersebut di wilayah hukumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) NTB tetap waspada.

a�?Tetap ada pengawasan dari kita,a�? kata Kepala BNN NTB Brigjen Pol Sukisto, kemarin (6/7).

Pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan rokok elektrik ini, nantinya akan melibatkan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan, Dinas Kesehatan. Termasuk aparat kepolisian, Bea Cukai, dan pihak berwenang lainnya, untuk mencegah masuknya bahan campuran dalam liquid vape.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Sejauh ini, BNN telah menemukan jenis narkotika baru di Indonesia, yakni 4-Chloromethcathinone atau biasa disebut 4-CMC. Untuk di Indonesia, narkotika ini baru beredar dalam bentuk cairan berwarna biru.

Di pasaran transaksi narkotika jenis 4-CMC dikenal juga dengan nama blue safir atau snow white. Meski berbentuk cairan, blue safir bisa juga diubah ke bentuk serbuk. Pemadat biasanya mencampurkan blue safir ke dalam minuman atau liquid rokok elektrik.

Selain blue safir yang efeknya serupa sabu, ganja sintetis atau tembakau gorilla juga dimanfaatkan sebagai campuran. Ini dibuktikan jajaran Satresnarkoba Polrestabes Bandung yang menangkap tiga peracik liquid vape.

Seperti yang dilansir Jawapos.com, ketiga pelaku menjual racikannya dengan merek exbe. Peredarannya dijual melalui media sosial.

a�?Pelaku membeli bibit narkoba berbentuk cair yang memiliki kandungan serupa dengan tembakau gorilla atau ganja sintetis. Kemudian mereka mencampurkannya dengan cairan berbagai rasa,a�? kata Kasatresnarkoba Polrestabes Bandung AKBP Febry Kurniawan Maa��ruf.

Terpisah, Wakil Ketua Asosiasi Vape Store Nusa Tenggara (Avatar) Fuad Prasetyo mengatakan, liquid yang digunakan sebenarnya berasal dari minyak tumbuhan. Jika ada liquid yang mengandung narkotika, itu hanya ulah oknum yang sengaja ingin menghancurkan generasi muda.

a�?Bahannya seperti yang dipakai untuk pembuatan makanan olahan dan aman untuk dikonsumsi,a�? kata dia.

Menurut Fuad, liquid vape mengandung narkotika tentu bertentangan dengan ketentuan hukum. Juga bisa merusak reputasi rokok elektrik yang kini mulai digandrungi anak muda di Kota Mataram.

Karena itu, Fuad bersama seluruh vape store, menolak jika ada toko yang menjual liquid mengandung narkotika. a�?Kita sudah ada aturannya. Dilarang keras menjual liquid dengan kandungan narkotika dan menjual liquid untuk anak di bawah umur,a�? jelasnya.

Upaya tersebut dinilai Fuad sebagai dukungan kepada pemerintah dan aparat hukum. Terutama untuk membantu melawan peredaran narkotika.

a�?Cara kita mendukung seperti ini. Tentunya setiap liquid yang dijual, ada pengawasan dari asosiasi,a�? katanya.

Guna memastikan bahwa setiap vape store menjual liquid tanpa kandungan narkotika, Avatar akan menggelar acara Lombok Vape Fest di Mataram Mall. Acara ini digagas untuk mengenalkan vape kepada masyarakat.

a�?Kebetulan kami akan ada acara akhir pekan ini, untuk mengedukasi apa itu vape, dan memastikan kepada masyarakat jika liquid yang dijual tidak mengandung narkoba,a�? pungkas Fuad.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka