Ketik disini

Headline Metropolis

Pilgub NTB 2018, Amin Jatuh Hati Pada Rohmi

Bagikan

MATARAMA�– Ddideklarasikan bertarung di Pilgub 2018 oleh Nahdlatul Wathan (NW), sosok Hj Siti Rohmi Djalilah mulai dilirik tokoh-tokoh politik di NTB. Selain H Suhaili FT yang sejak awal ngebet ingin meminang Rohmi, diam-diam Ketua DPW Partai Nasdem NTB H Muhammad Amin juga kepincut dengan sosok kader perempuan NW tersebut.

H Muhammad Amin yang kini Wakil Gubernur NTB ini mengaku kagum dengan Rohmi. Apalagi, ia berpotensi menjadi satu-satunya sosok perempuan yang akan maju dalam kontes Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB 2018.

Bagi politisi senior asal Pulau Sumbawa ini, Rohmi merupakan tokoh perempuan yang fenomenal karena punya keberanian tampil di Pilgub. Dan itu akan memberikan inspirasi bagi wanita di NTB.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Artinya, jika seorang perempuan memiliki kemampuan, kapasitas memadai, pengalaman mumpuni dan jiwa kepemimpinan yang bagus, maka tidak ada salahnya untuk tampil sebagai calon gubernur. Apalagi Rohmi, dahulu pernah menjadi ketua DPRD di Lombok Timur dan sekarang menjadi rektor. Itu bukti betapa Rohmi bisa memimpin.

a�?Kalau dibilang pantas, sangat pantas menjadi gubernur,a�? katanya, kemarin (7/7).

Bahkan menurutnya, mungkin ini waktunya NTB dipimpin oleh tokoh perempuan. Sebab, fenomena pemimpin perempuan saat ini sedang banyak diminati masyarakat. Di NTB sendiri sudah ada beberapa perempuan yang menjadi pemimpin. Di level provinsi misalnya ada Ketua DPRD NTB Hj Baiq Isve Rupaeda. Ada pula Bupati Bima Hj Indah Damayanti Putri.

a�?Di Jawa pun ada pasangan bupati dan wakil bupati wanita. Berarti laki-laki pun menusuk wanita,a�? kata Amin mengasosiasikan besarnya dukungan pada kandidat perempuan.

Disebut-sebut memiliki peluang besar mendampingi Siti Rohmi, Amin dengan tersenyum mengatakan kemungkinan itu sangat terbuka. Ia merasa tidak ada masalah jika dipasangkan dengan Rohmi. Meskipun harus menjadi wakil gubernur, baginya tidak menjadi persoalan.

a�?Mau jadi gubernur maupun wakil gubernur saya siap berpasangan dengan Bu Rohmi,a�? kata Amin.

Seperti halnya dengan Rohmi, politisi senior yang kini memimpin Partai Nasdem NTB ini pun juga siap berpasangan dengan siapa saja, dari organisasi dan partai politik mana saja baginya tidak masalah. Apakah itu dengan NW, NU, Muhammadiyah, apakah dengan Partai Demokrat, Golkar, PKB, Hanura, PDIP, Gerindra, PPP dan partai lainnya.

Demokrat Sejalan NW

Sementara itu, deklarasi kandidat calon kepala daerah oleh Nahdlatul Wathan (NW) disambut antusias oleh Partai Demokrat NTB. Dipastikan, partai berlambang mercy ini akan menjadikan kandidat yang diusung NW sebagai prioritas diusung dalam pilkada serentak.

Ketua DPD Partai Demokrat NTB TGH Mahally Fikri kepada Lombok Pot tadi malam mengatakan, khusus untuk Pilgub NTB, posisi Rohmi ditentukan kinerja para kader dan pengurus.

Mengingat posisi ini adalah aspirasi dari banyak kader, khususnya muslimat NW. Maka muslimat punya tanggung jawab paling besar untuk menyosialisasikan.

“Maka semua kader dan pengurus kini memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan elektabilitas,a�? katanya.

“Kalau nanti hasil survei elektabilitasnya tinggi, masyarakat menghendaki dia jadi gubernur, bismillah gubernur,a�? tambah Wakil Ketua DPRD NTB ini.

Sebagai pimpinan Demokrat di NTB, Mahally menyatakan arah dukungan akan memprioritaskan figur yang diputuskan oleh NW. Menurutnya, NW sudah merupakan isi dari Demokrat.

a�?NW itu organisasi menjadi isi dari Demokrat, Demokrat akan prioritaskan orang-orang yang diputuskan NW. Tapi tentu NW tidak sembarang nyalon, seperti halnya Demokrat tidak akan sembarang menetapkan calon,a�? ucapnya.

Mengenai kemungkinan koalisi dengan partai lain, Mahally hanya menyebut Partai Golkar. Terkait kemungkinan koalisi dengan Golkar gagal terbentuk jika Demokrat berkeras Rohmi maju NTB satu, Mahally pun menjawab santai.

a�?Mari Golkar dan Demokrat saling menjaga marwah dan saling membangun kepercayaan. Kita berdoa semuanya akan menjadi keputusan dan takdir Yang Maha Kuasa,a�? tandasnya.

Sementara pengamat politik Universitas Islam Negeri Mataram Agus menilai, langkah NW yang mendeklarasikan kader yang akan bertarung dalam pilkada serentak telah memperjelas peta koalisi politik di NTB. Dia menegaskan, sikap NW selama ini memang ditunggu-tunggu.

Setidaknya deklarasi itu kata Agus menunjukkan dua hal. Ditingkat pilkada kabupaten/kota Partai Demokrat akan menjadi pemimpin koalisi. Sementara untuk Pilgub NTB 2018, meski Rohmi sudah dideklarasikan ternyata belum ada kejelasan posisi.

Artinya kata Agus, Rohmi masih harus melalui tawar-menawar yang ditentukan oleh kinerja atau kerja keras para kader NW selama dua bulan ke depan.

Agus pun membuat kalkulasi. Menurutnya, untuk koalisi dengan Partai Golkar atau Partai Gerindra, kedua partai ini justru akan lebih kencang menawarkan Rohmi sebagai calon wakil gubernur.

Sayangnya, hal ini tidak diinginkan para kader NW maupun Demokrat jika petarungnya di posisi dua. Maka dari itu, TGB memberikan tenggat waktu selama dua bulan untuk melihat kinerja dan kekompakan para kader. Sebab, apa pun hasilnya, Demokrat maupun NW akan bersikap realistis.

Bagaimana peluang Rohmi dengan partai politik seperti PPP, PKB, Hanura, PDIP, PBB, NasDem dan PAN? Tentunya partai-partai bisa kencang menawarkan Rohmi sebagai calon gubernur. Namun kembali lagi, apakah sejumlah partai yang sudah membuka pendaftaran bakal calon dalam menjaring figur akan merusak komitmennya?

Sebab sejauh ini khususnya partai koalisi poros tengah hanya memproses figur yang mendaftar di masing-masing partai. “Tidak daftar, tidak masuk perhitungan, baik pilgub, dan tiga pilkada kabupaten/kota,” terang Agus.

Oleh karena itu, jika Demokrat dan NW ingin mengusung Rohmi di posisi nomor satu, maka tak ada pilihan lain bagi kader partai dan NW untuk bekerja lebih ekstra meningkatkan elektabilitas Rohmi jika menginginkan Rektor Universitas Hamzanwadi Selong sebagai calon Gubernur NTB. (ewi/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka