Ketik disini

Headline Selong

Telantar, Dua Bocah di Lotim Tidur di Pelataran Masjid

Bagikan

SELONG-Kasus anak telantar masih menjadi persoalan yang menyelimuti Lombok Timur (Lotim). Petugas Dinas Sosial Lotim Kamis (6/7) lalu melakukan penjangkauan terhadap dua orang bocah yang ditelantarkan orangtuanya di wilayah Desa Bagek Endep Kecamatan Sukamulia. Dua bocah ini terlantar hidup tidak jelas dan tinggal dari satu masjid ke masjid lain.

a�?Awalnya kami dapat informasi dari warga. Dua anak ini sering di lihat jalan kaki membawa plastik yang berisi mainan dengan kondisi kucel, kotor, tidak pakai sandal, pakaian sobek serta tidur dimana saja mereka ngantuk,a�? jelas Erni salah seorang petugas Satuan Bhakti Pekerja Sosial Dinas Sosial Lotim.

Dua bocah ini adalah Ri usia 4 tahun dan Ha usia 6 tahun. Oleh wargaA� awalnya kedua bocah ini dikembalikan kepada kakeknya. Keluarga satu-satunya yang dikabarkan masih tersisa untuk mengurus mereka. Sayang, sang kakek juga seolah terkesan tak peduli dengan kedua bocah ini. Sehingga ini yang menyebabkan mereka kembali telantar.

Sementara ibu kedua bocah ini, dari keterangan warga merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang tidak di ketahui keberadaannya saat ini. Setelah melahirkan anak ketiga dari hubungan yang belum diketahui pasti. a�?Kalau anak ketiga atau adik mereka sudah ada yang adopsi,a�? tutur Erni.

Sayangnya, nasib dua anak ini tak seberuntung adiknya yang paling kecil. Tak ada yang mengurus mereka sehingga mereka berdua hidup di jalanan dan tidur dari satu tempat ke tempat lain. Bapak dari kedua anak ini juga belum diketahui pasti.

a�?Untuk sementara anak ini dititip di rumah salah satu warga atas nama Ibu Wati. Sementara kami mencarikan mereka Panti Asuhan yang ada di Lotim yang kira-kira mau menampung mereka nanti,a�? ungkap Erni.

Dinas Sosial menurut Erni juga akan bekoordinasi dengan instansi terkait danA� LKSA terdekat untuk merujuk dan memberikan pembinaan. Karena dua bocah polos ini disinyalir tidak pernah mengenyam bangku sekolah seperti anak seusianya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Lotim R Mulyanto Tejo Kusumo menanggapi persoalan seperti ini berharap peran serta dari Kepala Dusun (Kadus) maupun Kepala Desa (Kades). Agar melaporkan hal seperti ini kepada Dinas Sosial agar bisa ditindaklanjuti. a�?Kalau informasinya langsung dari Kades nanti pasti kami akan tindak lanjuti dengan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi NTB. Agar anak-anak seperti ini nanti bisa dibawa ke Mataram untuk dibina di sejumlah lembaga kementrian sosial,a�? jelasnya. (ton/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka