Ketik disini

Feature

Cerita Udin Sedunia yang Gagal Mendunia

Bagikan

Nusa Tenggara Barat (NTB) punya putra-putri yang berhasil menembus dunia hiburan nasional. Meski tak banyak, beberapa dari mereka, namanya sempat melejit dan laris manis mengisi beberapa acara televisi. Salah satunya adalah Sualuddin, atau yang populer dengan nama Udin Sedunia.

***

Nama Udin Sedunia sempat menjadi buah bibir. Tak hanya di Lombok, NTB. Namun, namanya terkenal hingga seantero Nusantara. Bahkan, kabarnya ia juga sempat menyita perhatian Youtuber dunia.

Sejak videonya menyanyikan lagu berjudul a�?Udin Seduniaa�? diunggah di Youtube, pria yang sempat jadi pengamen ini mendadak terkenal. Ia dicari bak teroris. Mulai dari masyarakat biasa hingga sejumlah manager artis memburunya.

Dan, Udin yang waktu itu dianggap kreatif dan menghibur ternyata berasal dari kampung. Pelosok. Dari keluarga yang sangat sederhana.

Latar belakang Udin itu ternyata dianggap cukup menjual. Dia pun ditawari oleh sejumlah stasiun televisi nasional kontrak jangka panjang. Dan, SCTV lah yang beruntung mendapatkan tanda tangannya.

Sayangnya, ketenaran Udin tak berlangsung lama. Ia dianggap gagal tampil menghibur. Aktingnya kalah! Bahkan untuk sekadar mengimbangi akting artis yang sudah punya nama, Udin tidak berhasil.

Ia pun terpaksa angkat koper. Meninggalkan Ibu Kota Jakarta dan kembali ke Lombok. kini, Udin tinggal di rumah sederhananya.

Rumah yang katanya hasil keringatnya selama menjadi artis itu, bahkan temboknya belum dicat. Lantainya semen. Plafon rumah pun menyatu dengan genteng.

Udin mengaku, uangnya tidak cukup untuk menyelesaikan pembangunan rumahnya tersebut. a�?Hasilnya ya hanya sampai ini,a�? kata Udin sambil menunjuk atap rumahnya.

Kini, Udin tinggal bersama kedua orang tuanya, Inaq Maknah dan Amaq Raihan di Dusun Mumbang Desa Montong Gamang, Kopang. Gang rumahnya pun cukup sempit, hanya bisa dilalui motor dan pejalan kaki saja. Kalau menggunakan mobil, maka diparkir di jalan kabupaten, yang kini sedang dalam pengerjaan. Rumah Udin berjarak dua rumah dari jalan tersebut.

Udin belakangan banyak beraktivitas di rumah. Sesekali mencoba berkreasi. Ia menggores-goreskan kertas putih. Mencoba mengarang lagu.

a�?Terakhir saya buat lagu dangdut berjudul Oke Oce yang dibawa Juwita Bahar,a�? ungkapnya.

Dari karyanya itulah, pria lulusan SMAN 1 Kopang tersebut mendapatkan uang. Ia menerima royalti atas lagu yang ia ciptakan tersebut.

Namun, uang yang ia terima tidak besar. Tidak mengalir setiap bulan. Ia hanya dibayar sesuai jumlah lagu.

Namun, saat ditanya nominal, Udin enggan membeberkan. Bagi Udin, yang penting hasil karyanya tidak dicopy paste atau diklaim. Untuk mengantisipasinya, ia memiliki izin hak cipta.

Terkadang, pria kelahiran 31 Desember 1985 silam itu juga mendapatkan panggilan, untuk menjadi pembawa acara. Sekaligus bernyanyi dilokasi acara. Namun, honornya tidak sebesar ia tampil di televisi. Panitia hanya menyediakan uang tiket pesawat pulang pergi, makan dan minum, penginapan, serta akomodasi.

Beberapa waktu lalu, Udin pun baru pulang dari Makassar. Ia mengisi acara hiburan rakyat, di tanah kelahiran Wakil Presiden Jusuf Kalla. Hasil keringatnya itu pun, cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bersama kedua orang tuanya di rumah. Sembari menabung untuk keperluan kuliah strata satunya.

Tahun ini, menurut rencana Udin akan kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Mataram.

Udin merupakan, anak ketiga dari empat bersaudara. Kedua kakak dan adiknya sudah menikah, tinggal dia saja yang masih menyendiri. Kendati di tengah kekurangan yang ada, ternyata Udin patuh dan hormat kepada kedua orang tuanya. Ia ingin sekali, ibu dan bapaknya berangkat umrah dan berhaji.

Ia juga bercita-cita ingin mendirikan sekolah seni gratis. Termasuk mendirikan kampung wisata seni dan artis Mumbang. Soal dari mana anggarannya, ia yakin Sang Maha Pencipta akan menurunkan rezeki. Yang terpenting berusaha dan berdoa. Namun, usahanya itu bukan datangnya dari artis.

Kata Udin, cita-cita ingin menjadi artis sudah terkabul. Itu setelah lagu berjudul Udin Sedunia dikenal masyarakat Indonesia. Untuk sementara waktu, ia memutuskan diri berhenti menjadi artis. Ia juga tidak pernah berangan-angan memiliki keluarga artis, apalagi menikahi artis.

a�?Jujur, saya sudah beberapa kali menolak panggilan masuk televisi. Saat ini, ia ingin menjadi seorang pencipta lagu, pembawa acara atau penyanyi biasa saja, atau berkreasi dan berinovasi di belakang layar. Memang ada apa?

Didampingi kedua orang tuanya, Udin pun menceritakan bahwa kehidupan artis di Jakarta cukup keras. Persaingannya ketat, bahkan tidak sehat. Berbagai macam cara para artis tersebut ingin merebut pasar. Ia pun tidak kaget, kalau rekannya Olga Syahputra dan Julia Perez mendadak sakit, hingga meninggal dunia. a�?Itu yang membuat saya takut,a�? cetus Udin.

Saat namanya meroket di ibu kota pada tahun 2011 lalu, ada salah satu artis yang menawarkan ilmu gaib kepada dirinya. Tujuannya, untuk jaga-jaga, bahkan melawan. Namun, ia mengaku menolak dan menyerahkan diri kepada Allah SWT. Ia yakin, bahwa perlindungan Allah diatas segala-galanya.

Tidak itu saja, Udin mengaku kelelahan setiap manggung dan tampil di televisi. Jam istirahatnya terkuras, ruang geraknya sempit. Kalau keluar ke mana-mana, sudah dikerumuni para fans. Ada yang minta berfoto, tanda tangan, hingga yang lain-lain. Saat pulang kampung, seperti itu juga. a�?Ternyata, jadi artis itu berat,a�? keluh pria yang bersekolah di SDN Penimpoh, Desa Montong Gamang tersebut.

Kendati demikian, ia tidak melupakan kedua orang tuanya. Di saat jam istirahat, biasanya ia menghubungi kedua orang tuanya melalui telepon genggam. Sekedar menanyakan kabar. Itu saja. a�?Udin ini anak yang berbakti,a�? sanjung Inaq Maknah.

Karena itulah, menurut Inaq Maknah, Allah SWT selalu menjaganya selama menjadi artis. Hingga sekarang! Udin memilih menunda pernikahan, demi orang tuanya. Namun kali ini, ia berharap agar Udin menyelesaikan kuliah terlebih dahulu, baru menikah. a�?Udin harus mengumpulkan uang dan menyerahkannya ke saya,a�? ujarnya.

Kenapa seperti itu? Sembari tersenyum, Inaq Maknah mengatakan, Udin itu boros. Dia tidak bisa menyimpan uang. Ada uang di dompet, berapa pun itu pasti habis. Biasanya, digunakan untuk makan-makan bersama teman-temannya, merokok dan lain sebagainya. a�?Kalau tidak cepat, saya selamatkan uang dari hasil artisnya itu, mungkin rumah ini tidak berdiri seperti ini,a�? kata Inaq Maknah sembari menyiapkan teh dan makanan ringan kepada Lombok Post.

Dulu, kata Inaq Maknah rumahnya hanya terbuat dari bedek, beratapkan seng dan berlantai tanah. Sejak tiga tahun, rumah permanennya itu berdiri. Itu pun, harus dicicil membeli batu, bata, semen, pasir dan kebutuhan bangunan lainnya. Termasuk, ongkos tukang.

a�?Alhamdulillah, kami hanya bisa mendokan Udin tetap sukses,a�? tambah Amaq Raihan. (bersambung/Dedi Shopan Shopian, Lombok Tengah/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka