Ketik disini

Giri Menang

BPBD Lombok Barat Mulai Waspadai Kekeringan

Bagikan

GIRI MENANG-Turunnya hujan beberapa hari terakhir merupakan tanda masa peralihan, dari musim hujan ke kemarau. Karenanya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat (Lobar) mengingatkan agar masyarakat waspada kekeringan.

Hujan yang terjadi beberapa hari terakhir ini menurut BPBD, tidak akan berlangsung lama. Prakiraan BMKG, Juli sudah masuk musim kemarau.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”86″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Kepala BPBD Lobar H Moh Najib mengatakan, pihaknya tetap melakukan pemantauan ke sejumlah tempat yang dinilai rawan bencana. Pihaknya juga sudah mengeluarkan himbauan agar masyarakat waspada datangnya musim kemarau. Sebab, berdasarkan catatan, cukup banyak daerah di Lobar menjadi langganan kekeringan.

a�?Biasanya, cuaca seperti ini (hujan) masa peralihan dari musim hujan ke kemarau,a�? terangnya, kemarin (9/7).

BPBD Lobar telah menginventarisir sejumlah daerah potensi kekeringan. Daerah-daerah ini, tersebar di enam kecamatan. Yakni, Kecamatan Lembar, Batu Layar, Gerung, Kuripan, Sekotong, dan Gunungsari. Di dalamnya ada 24 desa yang rawan. Yakni, Labuan Tereng, Sekotong Timur, Jembatan Kembar Timur, Mereje Barat, Mereje Timur, Jembatan Gantung, Batu Layar, Senggigi, Bengkaung, Banyu Urip, Tempos, Kuripan Timur, Kuripan Selatan, dan Giri Sasak.

Selanjutnya beberapa desa di Kecamatan Sekotong dan Lembar, seperti Desa Cendi Manik, Buwun Mas, Gili Gede, Taman Baru, Sekotong Tengah, Eat Mayang, Sekotong Barat, Kedaro, Pelangan, dan Desa Bukit Tinggi.

BPBD telah menyiapkan penanganan jangka panjang dan pendek untuk menimalisir kekurangan air bersih. Penanganan jangka panjang dengan menyiapkan sumur bor dibeberapa dusun langganan kekeringan.

Sedangkan penanganan jangka pendek melalui bantuan mobil tangki air (MTA) yang didrop ke dusun yang mengalami kekurangan pasokan air bersih.

a�?Sejauh ini memang belum ada (permintaan), karena masih masa peralihan. Tapi masalah persiapan sudah mulai kita siapkan,a�? ungkap Najib.

Sejauh ini belum ada laporan dari kepala desa atau kepada dusun terkait permintaan tanggap darurat kekeringan. Selama beberapa hari terakhir, sejumlah wilayah di Lobar memang masih dilanda hujan dengan intensitas ringan.

Najib mengharapkan selama masa peralihan musim ini, masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan serta mengurangi aktivitas di luar rumah. Hal ini, agar mengurangi risiko kebencanaan.

a�?Sejauh ini belum ada laporan masuk ke kami, itu artinya situasi masih aman,a�? tegasnya.

Pihaknya tetap turun melakukan patroli ke beberapa titik yang rawan bencana. Selain itu, mengenai masa peralihan, BPBD Lobar tetap berkoordinasi dengan BMKG untuk mendapatkan informasi.

Kondisi cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini juga diantisipasi oleh ASDP Cabang Lembar. Sebagai penyedia jasa angkutan, kondisi cuaca patut diperhatikan sebelum melakukan proses penyeberangan ke Padangbai, Bali.

Dikofirmasi mengenai surat edaran dari Kementerian Perhubungan, tentang peringatan dini gelombang tinggi dan angin kencang, Humas ASDP Lembar Deny N Putra memastikan pihaknya belum menerimanya.

Kendati kondisi penyeberangan masih normal, Deny menegaskan, pihaknya tetap waspada. a�?Nggak ada (surat edaran), itu untuk kapal cepat,a�? imbuhnya singkat menanggapi surat edaran Kementerian Perhubungan, tentang peringatan dini gelombang tinggi dan angin kencang. (zen/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka