Ketik disini

Metropolis

Motor Sampah Bikin Gelisah

Bagikan

MATARAM-Kehadiran motor sampah di sejumlah lingkungan, ternyata tak membuat semua warga Mataram senang. Motor roda tiga ini justru membuat sebagian warga Kota Mataram gelisah.

Penyebabnya, setelah kehadiran motor sampah itu, sejumlah TPS di pinggir jalan dirobohkan oleh pemerintah. Hal ini membuat warga kebingungan mencari tempat pembuangan sampah. Sementara, motor sampah yang diharapkan bisa menjadi pengganti, belum bekerja optimal. Hanya sebagian rumah yang dikunjungi.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Akibatnya, warga yang tidak tercover motor sampah, kini kembali ke pola awal. Membuang sampah di sembarang tempat. Sehingga, tumpukan sampah di pinggir-pinggir jalan di Mataram, semakin banyak terlihat. Seperti yang terjadi di samping PLN Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela.

Kemarin, tumpukan sampah di tempat itu semakin meluas. Tidak hanya berada di bahu jalan. Tapi memakan badan jalan. Selain merusak pemandangan, bau yang keluar dari tumpukan sampah itu juga cukup mengganggu warga sekitar.

Menanggapi fakta ini, Lurah Tanjung Karang Rusmaladi mengatakan tidak tinggal diam. Ia mengkalim sudah melakukan banyak cara untuk mencegah warga membuang sampah di lokasi tersebut. Namun, hasilnya tetap nihil.

a�?Yang membuang sampah ini bukan dari warga di sini. Saya sudah tanya langsung ke warga di sini,a�? klaimnya, kemarin.

Pihaknya juga mengaku sudah membentuk Tim Saber Sampah (Sapu Bersih Sampah). Tim ini bekerja setiap hari Jumat bersama warga dan linmas. Namun kegiatan ini juga belum bisa mengatasi sampah di lokasi tersebut. a�?Pagi kita bersihkan, malam sudah ada yang buang lagi,a�? katanya.

Bahkan pihaknya juga sudah bekerja sama dengan pihak PLN untuk mengantisipasi tumpukan sampah di tempat tersebut. Security dan petugas PLN pun dilibatkan untuk mengawasi lokasi itu. a�?Lokasi kita tutup pakai tali dan dipasang imbauan. Tapi, masih saja ada yang membuang sampah di sana,a�? keluhnya.

Rusmaladi mengungkapkan, saat ini warga di Tanjung Karang sendiri lebih memilih membuang sampah di depo sampah Karang Pule. a�?Kalau dulu, warga membuang sampah di TPS Mendega. Tetapi sekarang TPS tersebut sudah ditutup dan warga diarahkan ke depo sampah yang ada di Karang Pule. Kita juga maksimalkan motor roda tiga untuk mengangkut sampah ke depo itu,a�? katanya.

Sayangnya, kini volume sampah di depo Karang Pule, Sekarbela meningkat tajam. Dari keterangan Lurah Karang Pule H Taufiqurrahman, hal ini dikarenakan selama dua hari, tidak pernah diangkut petugas Dinas Lingkungan Hidup (LH). Akibatnya, sampah sampai meluber ke luar depo. a�?Warga protes kalau bau,a�? kata Taufiq.

Menurut Taufiq, meningkatnya volume sampah di depo karena ada sumbangan sampah dari Kecamatan Mataram. Walau sebenarnya enggan di sebut melarang, Taufiq mengatakan jika volume sampah yang dihasilkan Kecamatan Sekarbela saja, sebenarnya sudah tidak mampu lagi ditampung di depo Karang Pule. a�?Karena itu, sebenarnya kita mau ada alat berat juga standby di sini,a�? harapnya.

Tufiq menyayangkan tingkat disiplin para petugas pengangkut sampah motor roda tiga. Mereka disebutnya, seenaknya saja membuang sampah di jalan masuk. Akibatnya sampah meluber hingga lima meter keluar dari depo.

a�?Tidak ada sampah pasar, hanya sampah rumah tangga. Tetapi memang (volumenya) sangat tinggi,a�? ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas LH Kota Mataram Irwan Rahadi, membenarkan kondisi depo Karang Pule yang sudah melebihi kapasitas. Tetapi sebenarnya dari segi rate pelayanan alat berat, sudah sesuai dengan penjadawalan yang seharusnya. a�?Memang kita jadwalkan dalam tiga hari, dibersihkan sekali,a�? jelasnya.

Pihaknya kesulitan bekerja lebih keras lagi. Karena fasilitas alat berat untuk merapikan luberan sampah, hanya dimiliki satu unit oleh dinasnya. Bahkan, dikatakan Irwan, alat berat itu tidak pernah berhenti berkeliling dari depo satu ke depo lain, setiap hari.

a�?Makanya di ABT (APBD Perubahan) kami ajukan bisa beli satu alat berat dan dua dam truk,a�? ujarnya.

Penanganan sampah di depo diakuinya tidak bisa seintens penanganan TPS yang setiap hari harus dipastikan bersih. Karena ini erat kaitannya dengan fasilitas yang dimiliki. Tetapi, pihaknya mencoba meminimalisir dampak pencemaran lingkungan berupa aroma busuk yang menyebar ke mana-mana dengan alat berat itu. a�?Kalau kita sudah punya dua (alat berat), kerjanya pasti lebih baik,a�? jaminnya.

Dua alat berat akan dibagi wilayah kerjanya. Ada yang di zona barat, dengan mencover wilayah Depo Lawata. Ia juga optimis, daya angkut sampah jika ditambah lagi dengan dua armada dam truk, bisa bedampak lebih luas bagi terangkutnya sampah di Kota Mataram hingga TPA.

a�?Rencana (pengadaan) ini sudah direstui (wali kota), sebenarnya kami butuh minimal lima (dam truk) tetapi kami syukuri saja apa yang diberikan,a�? tandasnya. (puj/zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka