Ketik disini

Feature Headline

Suka Duka Driver Gojek Melayani Pelanggan

Bagikan

Sekilas pekerjaan driver Gojek terlihat mudah. Tinggal pencet smartphone, terima orderan, antar penumpang, lalu dibayar. Tapi, nyatanya, banyak dari mereka memiliki pengalaman dan cerita menyedihkan. Seperti apa? Berikut laporannya.

****

Jaket hijau kombinasi hitam belakangan berseliweran di jalanan Kota Mataram. Di bagian belakang jaket, terpampang tulisan. Cukup besar dan terlihat mencolok. Gojek!

Inilah ojek modern yang kini sedang merambah Mataram. Di kota-kota besar, Gojek sudah lebih dulu hadir dan berkembang pesat. Berbagai cerita dan berita pun sudah mengiringi para drivernya. Mulai dari kisah sedih hingga lucu. Bahkan, ada juga cerita kisah cinta driver dengan pelanggannya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”313″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Lalu bagaimana dengan di Mataram? Meski keberadaannya belum lama dan drivernya belum banyak, namun cerita pengalaman driver Gojek Mataram tak kalah seru. Seperti yang dialami Wahyudin, driver Gojek yang mengaku belum lama menjalani pekerjaan ini.

Dengan menjadi driver Gojek, Wahyudin menjadi lebih banyak bergaul. Sehingga, ia tahu karakter masing-masing orang. a�?Ya, saya kadang sering mendapatkan pelanggan unik. Awalnya maunya A, B, C, tiba-tiba berubah jadi D,a�? katanya memulai pembicaraan.

Wahyudin mengaku sering bingung dengan kelakuan aneh dari beberapa akun yang mengaku tidak memesan jasanya. a�?Cerita aneh yang saya dapat selama beberapa hari ini, ketika ada pemesanan atas nama Mas X, saya langsung dengan cepat menghampirinya. Namun ketika sudah sampai, orang yang mengaku mas X tersebut, merasa tidak pernah memesan Gojek. Itu saya dapati lebih dari tiga kali,a�? tuturnya, sambil mengelus dada tanda bersabar.

Ia hanya mampu berpikir positif saja, bahwa yang mengusilinya berulang kali tersebut, hanyalah orang-orang yang sedang iseng atau tidak bisa menggunakan aplikasi android Gojek tersebut. a�?Saya sampai mengira, mungkin hantu kali ya, yang memesan pesanan tersebut. Soalnya mereka tidak mau mengaku, jadi saya pikir kerjaan hantu iseng,a�? katanya sambil beberapa kali tertawa.

Wahyudin juga menceritakan suka dukanya menghadapi pelanggan yang dalam kondisi mood buruk. Ketika proses penjemputan, ia di telpon-telpon berulang kali, bahkan diomeli karena keterlambatan. a�?Sering banget saya dapati pelanggan seperti itu, tapi ya saya senyum saja, seperti ini,a�? jelasnya sambil menarik bagian kanan dan kiri bibirnya.

Meski diomeli, namun mereka tidak memberikan skor sedikit bintang pada sistem pelayanan yang dilakukan oleh Wahyudin. a�?Alhamdulillah, walau mereka sering marah dan senyum kecut, tapi saya diberi lima bintang, itu sudah yang paling bagus. Berarti mereka puas,a�? jawabnya.

Yang menjadi kendalanya selama bekerja sebagai driver Gojek, hanya masalah smartphonenya yang boros baterai. a�?Namanya juga hape murah, jadi kendalanya, ya sering mati sendiri,a�? tutupnya sambil memperlihatkan mimik sedihnya.

Sementara itu, ketika Lombok Post mencoba memesan Gojek untuk perjalanan (Goride), setiap pelanggan akan dimanjakan dengan tampilan menarik dari aplikasi android tersebut. Dengan hanya menekan aplikasi dengan satu jari saja, dan mengklik tampilan Goride, hanya menunjukkan alamat tujuan saja, dalam beberapa detik, salah satu driver Gojek akan mendatangi.

Seperti yang dilakukan oleh Munawir Tanwir, driver Gojek Mataram yang dipesan Lombok Post. Munawir memberikan respons cepat. Ia datang ke lokasi pemesanan tepat waktu. Setelah bertemu Lombok Post, Munawir langsung memberi helm berlogo Gojek.

Saat perjalanan dari arah Kantor Wali Kota Mataram menuju jalan P3SA Mataram, pria yang juga bekerja sebagai marketing di salah satu dealer motor itu sangat komunikatif. A�a�?Saya sudah bekerja selama empat bulan di Gojek. Rasanya asyik sekali. Kerjaan ini cukup menantang,a�? ungkapnya.

Ia juga tak pelit menceritakan cerita-cerita lucu yang dialaminya selama menjadi driver Gojek. a�?Saya pernah diberi makanan gratis oleh pelanggan,a�? ucapnya.

Walau menjadi seorang driver Gojek, kerjaannya sebagai staff marketing yang lebih banyak di luar lapangan, tetap menjadi nomor satu. a�?Ya, keuntunganya bekerja sambilan di Gojek ini, kita bisa on dan off kan aplikasi,a�? ujarnya. (NATHEA CITRA SURI, Mataram/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka