Ketik disini

Giri Menang

Ayo, Cintai Produk Unggulan Daerah

Bagikan

GIRI MENANG-Pemkab Lobar membentuk Perbup Lobar Nomor 21 Tahun 2017 tentang penggunaan produk lokal unggulan daerah pada Juni lalu. Sayangnya, perbup ini belum disosialisasikan secara maksimal. Bahkan, di tingkat instansi pemerintahan pun belum tersosialisasi secara menyeluruh.

Padahal perbup dibentuk sebagai wadah untuk mendorong, memfasilitasi, dan membangun munculnya produk lokal unggulan daerah. Membuka lapangan pekerjaan lebih luas serta menyerap tenaga kerja lebih banyak. Dengan demikian dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan perekonomian daerah.

BACA JUGA :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”86″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Sebab itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lobar H Moh Taufik mengajak seluruh unsur SKPD, BUMD, pelaku swasta, hingga masyarakat untuk mencintai produk unggulan daerah. Khususnya terhadap instansi pemerintahan dan pelaku swasta seperti hotel dan restoran untuk menyajikan dalam berbagai kesempatan kegiatan berbagai jenis produk unggulan daerah.

a�?Ayo gelorakan aku cinta produk unggulan daerah,a�? kata Sekda Lobar H Moh Taufik dalam Sosialisasi Perbup Nomor 21 Tahun 2017 di Ruang Jayengrane, Kantor Bupati Lobar, kemarin (11/7).

Dijelaskan, penggunaan produk lokal adalah upaya dari seluruh masyarakat, aparat pemerintah daerah dan stakeholder terkait. Untuk menggunakan produk yang bersumber dari wilayah Kabupaten Lobar yang dihasilkan oleh Usaha Kecil Menengah (UKM).

Dimana meliputi kain tenun ikat khas Lobar, makanan tradisional, hasil olahan perikanan, pertanian, perkebunan, dan perternakan. Serta aneka buah dan sayuran segar. Hingga aneka kerajinan dan souvenir, termasuk prosuk lokal kebudayaan.

a�?Seperti hotel, restoran, instansi pemerintah, BUMD, sekolah, masyarakat, dan wisatawan pun sebagai sasaran penggunaan produk unggulan ini,a�? tambahnya.

Meski demikian, sambungnya, hal penting yang harus diperhatikan adalah seberapa baik kualitas mutu dan kebersihan jika itu produk olahan makanan. Begitu juga sejauh mana kesiapan para UKM di Lobar dalam mempersiapkan ketersediaan pasokan ketika ada pasar-pasar meminta dalam jumlah besar.

Untuk itu ke depan, lanjutnya, pemkab Lobar akan mengumpulkan wirausaha di Lobar. Guna meminta mereka untuk menjaga mutu dan tampilan menarik produk yang dipasaran. Pemkab tidak ingin ketika pihaknya begitu antusias mendorong penggunaan prosuk lokal tetapi ketersediannya tidak memadai.

a�?Agar aman ditingkat konsumen, memiliki peran penting di sini adalah dinas industri perdagangan, dinas koperasi, lingkungan hidup, kesehatan supaya dilakukan kembali sosialisasi perbup,a�? tutupnya.

Kepala Bappeda Lobar H Baehaqi selaku inisiator sosialisasi menambahkan, dasar penyusunan perbup disamping menyelamatkan APBD agar hanya di daerah, juga memberikan multi efek dalam pengentasan kemiskinan.

a�?Ada Rp 21 miliar untuk biaya makan dan minum di APBD tahun 2017, setidaknya 10 persen dalam bentuk retribusi kembali menjadi PAD,a�? ujarnya.

Dorongan untuk menggunakan produk lokal ini secara langsung akan mmapu menghidupkan pertumbuhan ekonomi. Hingga penciptaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan. Dengan catatan dijalankan secara konsisten. Maka akan mampu mendorong ekonomi masyarakat dengan minimal target Rp 1,8 miliar PAD di sektor makan dan minum. A�(ewi/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka