Ketik disini

Headline Selong

Diguyur Hujan, Petani Tembakau Lombok Timur Harap-harap Cemas

Bagikan

SELONG-Sejumlah petani tembakau di wilayah Lotim bagian selatan kini sedang terguncang. Ini setelah berhektare-hektare A�tanaman tembakau yang ada di wilayah selatan layu bahkan hampir mati setelah diterpa hujan beberapa hari terakhir.

a�?Di desa kami saja ada sekitar 50 are tembakau petani layu akibat kebanyakan air hujan. Ada juga yang rusak,a�? kata Kepala Desa Borok Toyang Ahyar Rosidi.

Kondisi ini diceritakannya sudah terjadi sekitar seminggu lalu. Akibat tanaman tembakau kelebihan kadar air karena diguyur hujan beberapa hari. Kalaupun ada tanaman tembakau yang hidup, kualitasnya di khawatirkan akan rusak sehingga berakibat pada kualitas hasil.

BACA JUGA :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Menguatkan hal tersebut Iwan petani tembakau di wilayah Keruak juga membeberkan tanaman tembakau yang layu berusia sekitar dua sampai tiga bulan. Ini yang membuat petani kelimpungan. Padahal, dengan usia ini, sebentar lagi petani seharusnya bisa panen.

A�a�?Kalau sudah seperti ini kita tidak berani ke sawah. Melihat kondisi tembakau yang layu dan pingsan, kita petani juga bisa ikut pingsan,a�? aku Iwan.

Dari pantauan Lombok Post, sejumlah tembakau yang layu berada di wilayah Keruak dan Kecamatan Sakra Barat. Daun sejumlah tanaman tembakau yang sudah terlihat menguning layu dan merunduk lemas ke tanah. Kalaupun tanaman tembakau bisa diselamatkan, petani kini dikhawatirkan dengan kualitas tembakau nantinya tidak mau diterima oleh perusahaan.

Untuk itulah, Pemda Lotim kemarin mempertemukan sejumlah petani dengan pengusaha tembakau yang ada di Lotim di aula Pendopo Wakil Bupati H Haerul Warisin. a�?Supaya petani kita memiliki ketenangan dan memiliki kedekatan dengan perusahaan,a�? kata Warisin.

Diungkapkan Warisin, kondisi tanaman tembakau petani yang layu tidak terjadi di semua wilayah Lotim. Hanya sebagian saja. Bahkan di beberapa wilayah pertanian binaan perusahaan, tanaman tembakau petani justru lebih baik setelah diguyur hujan.

A�a�?Ada petani yang justru melapor ke perusahaan kalau daun tembakaunya lebih panjang. Karena ini memang tergantung topografi daerah,a�? ungkap Warisin.

Harusnya, petani mengolah sawah yang ditanami tembakau didukung oleh sarana irigasi yang baik. Sehingga, ketika hujan mengguyur air hujan yang menggenang bisa langsung pergi. a�?Kalau tanaman tembakau yang layu ini biasanya di tanah daerah datar atau tanah sawah yang biasa kita bilang tanah A�kedok,a�? ujar Wabup.

Untuk itu, setelah berdialog dengan pihak perusahaan dan Kepala Dinas Pertanian Lotim M Zaini Wabup meyakinkan petani tembakau bahwa tanamannya bisa dihidupkan kembali. Caranya yakni dengan memberikan pupuk urea yang tidak terlalu banyak. a�?Istilahnya itu men-start tembakau. Kasih urea sedikit saja biar tanaman yang layu segar kembali. Kalau sudah segar, kasih lagi ZK atau KNO supaya kualitasnya baik,a�? pintanya.

Untuk membantu para petani tembakau, Wabup mengaku akan menurunkan PPL Pemerintah dan Perusahaan untuk melakukan sosialisasi. Ini sebagai upaya membantu petani agar tidak rugi akibat kerusakan tanaman tembakaunya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka