Ketik disini

Selong

Petani Harus Bisa Baca Iklim

Bagikan

SELONG-Sejumlah petani Lombok Timur (Lotim) kini sedang a�?galaua�?. A�Lantaran, cuaca dan iklim yang tak pernah diprediksi membuat tanaman para petani terganggu. Dengan kondisi cuaca di Lotim yang terus diguyur hujan, petani pun kini semakin was-was.

a�?Untuk itu penting bagi petani memahami kondisi iklim untuk menunjang hasil pertanian mereka,a�? kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG R Mulyono Prabowo.

Karenanya, kemarin pihak BMGG bersama petani yang tergabung dalam Sekolah Lapang Iklim Stasiun Klimatologi Kelas I Lombok Barat melakukan panen hasil pertanian petani binaannya. Tanaman padi yang dipilih untuk ditanam terbukti menghasilkan panen yang melimpah jika didukung akan pengetahuan kondisi iklim.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Terdapat peningkatan hasil produksi sebanyak 60 persen dari pertanian pada umumnya. Semula hasil pertanian di wilayah Kotaraja per hektare sebanyak enam ton kemarin mencapai 9,2 ton per hektare.

A�a�?BMKG bisa menyampaikan informasi tentang iklim. Informasi ini yang kemudian lebih bermanfaat jika bisa dimanfaatkan oleh pengguna informasi dalam hal ini petani,a�? jelasnya.

Sementara Kepala Stasiun Klimtologi Lombok Barat BMKG Wakodim juga menjelaskan bwha setiap bulan telah menginformasikan tentang iklim dan peluangnya. a�?Informasi ini (iklim, Red) kami sudah sebar luaskan melalui hard copy maupun soft copy. Baik kepada Dinas Pertanian, PPL dan semua pihak yang terkait,a�? akunya.

Bahkan, khusus untuk mengantisipasi kerusakan tanaman tembakau, Wakodim juga mengungkapkan telah memberikan informasi kepada PPL Tembakau dan perusahaan tembakau. Untuk memeberitahukan kondisi iklim beberapa hari ke depan memiliki kondisi netral ke arah lebih basah. a�?Iklim saat ini tidak menguntungkan untuk tembakau tapi menguntungkan untuk padi,a�? jelasnya.

Namun demikian ia mengungkapkan peluang beberapa hari ke depan, hujan yang rutin mengguyur seminggu terakhir ini akan berangsur-angsur mulai menghilang. Untuk Bulan Juli ini masih ada peluang akan masih ada hujan.

a�?Ketika akhir Juli dan Agustus peluang itu (hujan, Red) akan berkurang sampai dengan Oktober,a�? terangnya

Sedangkan Wakil Bupati Lotim H Haerul Warisin juga menegaskan, penting bagi petani untuk mengetahui iklim. Karena ada sejumlah petani yang tidak memahami iklim menyebabkan resiko sendiri pada hasil pertaniannya.

a�?Misalnya pada tanaman tembakau, ada petani yang memberikan air pada tanaman tembakaunya. Padahal kami sudah beritahukan akan ada hujan, tapi karena mereka tidak sabar dan senang dengan adanya air maka mereka memberikan sedikit pada tanamannya,a�? bebernya.

Setelah mendapat air kemudian ditambah air hujan, maka ini yang kemudian menyebabkan kelebihan kadar air pada tanaman tembakau tersebut. Akibatnya banyak tembakau petani yang akhirnya layu hingga rusak. a�?Terlalu banyak hubungannya iklim dan tanaman hasil pertanian. Kalau cuaca mendung hujan, itu juga berpengaruh pada pertumbuhan hama dan penyakit,a�? unkpanya.

Sehingga, tidaknya hanya pada kondisi tumbuhan. Hubungan iklim dan hasil pertanian serta hama penyakit ditegaskan Wabup juga sangat erat. (ton/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka