Ketik disini

Selong

Sistem PPDB Korbankan Siswa Berprestasi

Bagikan

SELONG-Hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sejumlah sekolah di Lombok Timur (Lotim) telah diumumkan. Di sejumlah sekolah yang difavoritkan, suasana PPDB tahun ini terbilang cukup kondusif di bawah kewenangan Dinas Dikbud Provinsi. Hanya saja, pihak sekolah menilai aturan yang ada saat ini tidak berpihak kepada siswa berprestasi.

a�?Persoalannya itu di penerimaan jalur prestasi. Ini yang menurut kami menilai merugikan siswa berprestasi tidak bisa masuk sekolah yang mereka inginkan,a�? kata Ketua Panitia PPDB SMAN 1 Selong Wirawan.

Khusus untuk jalur prestasi akademik, calon siswa yang mendaftar diwajibkan memiliki nilai n semester saat duduk di bangku SMP minimal 85. Sedangkan nilai UN setiap mata pelajaran minimal 75. Jika salah satu mata pelajaran kurang dari persyaratan maka otomatis siswa akan gugur. Aturan inilah yang dinilai tidak berpihak kepada siswa berprestasi.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

a�?Kalau saat pihak sekolah diberikan kewenangan dulu, kami akan mengambil nilai rata-rata. Nggak masalah kita ambil nilai UN minimal 80. Tapi rata-rata,a�? jelasnya.

Karena, ia menerangkan bahwa tidak semua anak yang berprestasi cerdas di semua bidang. Dalam artian, anak yang memiliki nilai UN yang bagus di Mata Pelajaran tertentu belum tentu pintar di mata pelajaran lain. a�?Kalau nilai Matematikanya 90, IPA 90, dan Bahasa 70 misalnya, kan bisa kita ambil rata-rata. Jadi anak berprestasi punya kesempatan masuk di sekolah yang mereka inginkan,a�? paparnya.

Dengan aturan yang ada saat ini, peluang anak berprestasi masuk sekolah yang mereka inginkan sangat kecil. Untuk itulah, Wirawan meminta kepada pihak Kemendikbud atau Dinas Dikbud Provinsi untuk mempertimbangkan dan mengkaji lagi aturan PPDB di tingkat SMA sederajat.

Sedangkan untuk PPDB jalur umum dan jalur pra sejahtera, ia menilai sistem zonasi sudah cukup baik. Karena ini bisa meyakinkan masyarakat akan transparansi sekolah dan pemerataan kualitas pendidikan.

Sementara wali murid salah seorang siswa mengaku mendukung sistem PPDB SMA sederajat dibawah Provinsi. Meskipun ia juga mengakui bahwa sistem yang pertama kali diterapkan ini ada positif dan negatifnya. a�?Kalau menurut saya lebih banyak positifnya, karena sistem ini lebih transparan dan menghilangkan ada kesan sekolah favorit itu,a�? kata Masri, salah seorang warga asal Lendang Bedurik saat melihat pengumuman di SMAN 1 Selong.

Sistem saat ini menurut Masri juga bisa mencegah terjadinya praktek yang kurang terpuji. Dimana warga kerap memanfaatkan kedekatan dengan pihak internal sekolah untuk memaksakan putra-putri mereka diterima meskipun tidak memenuhi persyaratan. a�?Jadi tidak ada main belakang,a�? jelasnya.

Hanya saja, dengan sistem ini, siswa tidak lagi bisa masuk sekolah favorit yang mereka inginkan. Dimana mereka ingin mendapat fasilitas dan pembinaan dari tenaga pengajar yang dianggap terbaik. Sehingga, dikhawatirkan kualitas lulusan nantinya akan terjadi ketimpangan. a�?Tapi saya melihat ini langkah yang baik untuk dunia pendidikan,a�? tandasnya. (ton/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka