Ketik disini

Headline Selong

Ali BD Ogah Urus Mini Mall Selong

Bagikan

SELONG-Sejumlah aset Pemkab Lombok Timur (Lotim) saat ini masih belum bisa berkontribusi secara optimal bagi sumbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Mulai dari pasar, pertokoan hingga mini mall yang ada di belakang BRI Selong. Padahal, jika dikelola dengan baik, seharusnya aset ini bisa memberikan sumbangan PAD yang cukup besar bagi Pemkab Lotim.

a�?Kalau mini mall saya nggak urus. Karena sistem Bangun Serah Guna (BSG) sejak awal saya nggak mau pakai,a�? kata Ali BD kepada kepada Lombok Post.

Sejak awal, ia mengungkapkan bahwa area lahan yang sekarang dibangun mini mall rencananya ingin ia bangun sekolah khusus. Karena, Selong menurutnya harusnya bisa menjadi Kota Pendidikan. Sayang, ketika tidak lagi memimpin di periode kedua, keinginannya tersebut tak bisa terealisasikan. a�?Itu urusan siapa yang bangun itu. Saya bongkar itu sebenarnya untuk Kota Pendidikan. Kenapa dibangun ocok-ocok (tidak serius, Red),a�? sesal Ali BD.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Sementara untuk lokasi Pertokoan Pancor atau yang lebih dikenal dengan PTC, ia mengungkapkan bahwa semua toko tersebut sudah penuh. Apalagi, dengan dipercantiknya PTC saat ini, banyak orang yang antre untuk bisa menyewa lokasi pertokoan yang ada di sana. a�?Meskipun ada yang kosong kelihatannya, itu sudah disewa semua. Orang antre mau nyewa di sana,a�? terangnya.

Senada dengan Ali BD, Wakil Bupati H Haerul Warisin juga mengaku akan melakukan evaluasi terhadap aset yang dinilai belum masksimal dimanfaatkan. a�?Pasti akan kami adakan yang namanya evaluasi dan perubahan. Khsusu untuk PTC sudah saya rencanakan dari dulu ingin bangun mal di lahan seluas dua hektare tersebut,a�? kata Warisin.

Dimana, ia menginginkan konsep mal nanti harus dilengkapi dengan hotel. Minimal 40 kamar yang akan disiapkan bagi tamu yang berkunjung dari luar daerah ke Lotim. a�?Jangan mereka melakukan kunjungan kerja di Lotim tapi ujung-ujungnya mereka menginap di Mataram. Itu impian saya dari dulu membangun mal dari dulu di PTC,a�? jelas pria yang kini menjadi salah satu kandidat kuat bakal calon Bupati Lotim tersebut.

Dari pantauan Lombok Post, saat ini PTC sedang dalam tahap pembenahan. Dimana, sejumlah toko yang ada dicat ulang. Pengecatan dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lotim. a�?Itu biayanya Rp 150 juta. Termasuk pengadaan pagar yang sudah rusak,a�? kata Kepala Disperindag Lotim Teguh Sutrisman.

Sedangkan dari pihak Bapenda Lotim membantah ada anggapan bahwa keberadaan PTC maupun mini mal adalah sesuatu yang mubazir. Karena, saat ini dua aset Pemkab tersebut tetap memberikanA� kontribusi bagi PAD Lotim. a�?Kalau untuk PTC itu kami targetkan Rp 1 miliar per tahun. Sedangkan untuk mini mall itu kontribusi dari pihak ketiga dikatakan hanya Rp 100 juta per tahun. Karena kontrak sudah dibuat sejak tahun 2014 silam,a�? beber Kepala Bapenda Lotim Salmun Rahman.

Hanya saja untuk realisasi saat ini retribusi di PTC mencapai Rp 400 juta. Sedangkan di minimal telah dibayarkan Rp 100 juta di awal tahun 2017 lalu. Sayangnya, meski sudah dibangun sejak tahun 2014 lalu, pihak ketiga dari keterangan Bapenda mulai membayar di tahun 2016 lalu.

a�?Itu juga tahun 2016 sama Rp 100 juta. Karena mereka mengaku kondisinya di tahun sebelumnya masih sepi makanya baru bisa bayar kontribusi ke daerah sejak tahun 2016 lalu,a�? pungkasnya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka