Ketik disini

Headline Praya

Suhaili : Kereta Gantung Rinjani Jalan Terus

Bagikan

PRAYA-Rencana pembangunan kereta gantung dari kebun kopi di Desa Lantan, Batukliang Utara (BKU) Lombok Tengah (Loteng), menujuA� Gunung Rinjani, sudah lama direncanakan. Sejak tahun 2013 lalu, Pemkab mewacanakannya.

a�?Program investasi yang satu ini, merupakan mimpi besar kami. Kalau terwujud, Alhamdulillah. Kalau tidak, juga tidak apa-apa,a�? kata Bupati Loteng HM Suhaili FT, kemarin (14/7).

Mimpi itu pun, tekan Suhaili akhirnya terjawab, setelah investor asal China datang. Tepat pada 23 Desember 2016 lalu, para petinggi PT Indonesia Lombok Resort, berkunjung. Mereka mempresentasikan master plan pembangunan kereta gantung. Termasuk, fasilitas pendukungnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Tahapan selanjutnya, terang Suhaili Pemkab menyarankan kepada investor yang dimaksud, untuk mempersiapkan urusan perizinan dan administrasi. Termasuk, studi kelayakan. Selain itu, bersama-sama meminta petunjuk ke pusat dan TNGR, hingga studi banding ke beberapa negara yang sudah memiliki kereta gantung.

Ia pun bersyukur dan berterima kasih, pihak TNGR memberikan lampu hijau. Dengan syarat, tiang pancang kereta gantung harus dibangun di sejumlah titik-titik yang tidak mengganggu ekosistem hutan. a�?Alhamdulillah,a�? kata Suhaili.

Itu artinya, kata Suhaili Pemkab dan investor tinggal selangkah lagi mewujudkan mimpi besar tersebut. Tinggal, meminta persetujuan pusat dalam hal ini sejumlah kementerian yang menyangkut urusan kehutanan, ekosistem, perizinan dan lain sebagainya.

A�a�?Hajat dari investasi besar ini adalah, demi kesejahteraan masyarakat. Itu saja,a�? ujarnya.

Jika ada yang merasa keberatan, lanjut Suhaili maka Pemkab tidak akan mempermasalahkannya. Yang terpenting, Pemkab tetap berikhtiar, sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Bukan asal-asalan. Kalau kemudian, pusat menolak, maka Pemkab akan tunduk dan patuh. a�?Program investasi ini, bukan untuk mencari popularitas. Sehingga, tolong jangan dipolitisasi. Biarkan kami berkarya,a�? ujar mantan Ketua DPRD NTB tersebut.

Prinsipnya, tambah Suhaili semua objek pariwisata di Gumi Tatas Tuhu Trasna akan digarap semaksimal mungkin. Selama ada kemauan dan dukungan anggaran, maka kenapa harus ditolak. a�?Insya Allah, tidak akan ada yang dirugikan dan diuntungkan. Sekali lagi, jangan dipolitisasi,a�? tekannya.(dss/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka