Ketik disini

Selong

Pariwisata Tete Batu Butuh Dukungan Pemda

Bagikan

SELONG-Potensi wisata yang ada di Desa Tete Batu belum mampu mendongkrak kunjungan pariwisata Lombok Timur (Lotim). Destinasi wisata yang menawarkan pesona keindahan alam persawahan, pegunungan dan kehidupan masyarakat lokal ini diungkapkan para pelaku wisata belum menunjukkan kemajuan yang signifikan.

a�?Kalau kunjungan dari tahun ke tahun belum ada peningkatan signifikan, biasa-biasa sajaa�? kata pemilik Hotel Grand Ori Tete Batu Zohri Rohman.

Hal ini dinilai Zohri dikarenakan saat ini belum ada daya tarik khusus yang ditawarkan oleh pariwisata di Tete Batu. Misalnya saja seperti atraksi budaya, keagamaan, karnaval atau yang lainnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Saat ini, Tete Batu hanya mengandalkan wisata alam dan wisata soft track. Dimana, para pelaku wisata menawarkan keindahan alam pesawahan, pendakian Sangkareang dan kearifan masyarakat lokal setempat. Hal ini ternyata masih belum mampu menjadi magnet kuat bagi wisatawan nusantara maupun mancanagera.

a�?Karena itu kami butuh dukungan dari pemerintah untuk membuat fasilitas-fasilitas yang mendukung kelancaran pariwisata di sini (Tete Batu, Red),a�? harap Zohri.

Ia mengakui memang sebelumnya telah ada upaya dari pemerintah Provinsi maupun kabupaten untuk mendongkrak pariwisata di Tete Batu. Sayang, hingga saat ini dampaknya belum dirasakan oleh para pelaku usaha yang ada. a�?Kalau kami selaku pemilik homestay hanya bisa meningkatkan pelayanan, keamanan termasuk rekomendasi yang menyentuh kepada kepentingan masyarakat dan tamu,a�? ucap Ori, sapaannya.

Biasanya, tingkat kunjungan wisata ke Tete Batu dikatakan Ori terjadi sekitar Bulan Juli hingga September mendatang. Sehingga, para pelaku wisata berharap tahun ini akan terjadi perubahan dan peningkatan kunjungan.

Berdampak Pada Realisasi Pajak Hotel

Tingkat kunjungan wisata yang belum menunjukkan peningkatan yang signifikan ternyata berdampak pada realisasi pajak hotel. Hingga Bulan Juli, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lotim mengungkap realisasi pajak hotel baru mencapai 30 persen.

a�?Dari target Rp 1,25 miliar yang baru terealisasi sekitar Rp 362 juta,a�? kata Kepala Bapenda Lotim Salmun Rahman.

Hal ini diakui Salmun akibat dampak sepinya kunjungan pariwisata ke Lotim. Banyak homestay atau hotel yang ada di Sembalun dibeberkannya kini hanya tinggal tersisa bangunanannya. a�?Bangunannya ada. Tapi tidak ada aktivitas, baik pengelola apalagi pengunjung,a�? beber mantan Kasat Pol PP tersebut.

Begitu juga dengan di Tete Batu. Kebanyakan wisatawan yang datang dikatakan Salmun tidak banyak yang menginap. Mereka hanya datang untuk menikmati keindahan alam Tete Batu kemudian mampir di home stay atau hotel hanya sekadar makan dan minum.

a�?Ternyata bule-bule itu lebih senang di gubuk masyarakat. Mereka menginap di rumah warga entah menyewa bahkan gratis,a�? ungkapnya.

Baru keesokan paginya wisatawan tersebut dikatakan Salmun melakukan aktivitas pendakian. Inilah yang membuat akhirnya aktivitas home stay ini justru kalah dengan keberadaan penginapan masyarakat setempat. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka