Ketik disini

Headline Praya

Pemkab Loteng Klaim Kereta Rinjani Tak Langgar Aturan

Bagikan

PRAYA-Rencana pembangunan kereta gantung dari kebun kopi di Desa Lantan, Batukliang Utara (BKU) Lombok Tengah (Loteng), menuju Gunung Rinjani, terus bergulir. Dinas Pariwisata (Dispar) setempat merasa, proyek besar semacam itu, akan sejalan dengan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Desa Kuta, Pujut.

a�?Itu artinya, semua objek pariwisata terkelola dengan maksimal,a�? kata Kepala Dinas Pariwisata A�HL Muhammad Putria pada Lombok Post, kemarin (16/7).

Terlebih, lanjut Putria Loteng memiliki mimpi menjadi salah satu kiblat pariwisata dunia. Sehingga, apa pun akan dibangun. Yang penting, tidak melanggar ketentuan. Untuk itu, siapa pun investor, Pemkab membuka pintu selebar-lebarnya, namun harus serius dalam merealisasikan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”7″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Bupati HM Suhaili FT, tekan Putria sudah berkali-kali menyampaikan bahwa, pembangunan kereta gantung adalah, mimpi besar masyarakat Gumi Tatas Tuhu Trasna. Sehingga, terwujud atau tidaknya, tergantung keseriusan lima pilar pembangunan pariwisata yaitu, pemerintah, pelaku dan pemerhati pariwisata, akademisi, masyarakat dan media.

Jika lima pilar itu bersatu diakui Putrie maka tidak ada kata sulit dalam mengapai mimpi tersebut. Ditambah dukungan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibms), dari TNI/Polri. a�?Tentu, pembanguannya pun melalui prosedur hukum yang berlaku,a�? kata pria asal Desa Ketare tersebut.

Ia mengatakan, urusan perizinan, kajian Amdal, kajian ilmiah, sosial budaya dan kajian lain-lainnya, tetap dilaksanakan. Sehingga, tidak ada bedanya dengan pembangunan KEK Mandalika. Jika ada pro dan kontra dianggap sebagai sesuatu hal yang wajar. Dulu, pembangunan KEK Mandalika maupun bandara, tidak lepas dari pro dan kontra.

a�?Ingat, alam yang diciptakan Allah SWT, harus dijaga dan tidak boleh disia-siakan,a�? ujar Putria, yang juga Ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) NTB tersebut.

Sementara itu, Bupati Loteng HM Suhaili FT sebelumnya menekankan bahwa, pembangunan kereta gantung tidak akan mematikan para investor kecil. Yang ada, mereka akan berlomba-lomba membangun fasilitas pendukung lainnya. Dengan begitu, geliat pariwisata di wilayah utara pun semakin besar.

a�?Tidak juga mematikan usaha porter. Intinya, kami tidak mau mencari popularitas dari pembangunan ini,a�? kata orang nomor satu di Loteng tersebut.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka