Ketik disini

Headline Tanjung

Jalan di KLU Butuh Perbaikan

Bagikan

TANJUNG-Jalan merupakan salah satu infrastruktur yang sangat penting bagi masyarakat. Akses jalan yang kurang baik, akan mempengaruhi berbagai aktivitas masyarakat. Khususnya jalan yang menghubungkan dua daerah.

Misalnya, lintas Pusuk yang merupakan jalan provinsi dan menghubungkan Lombok Barat dan Lombok Utara. Saat ini kondisinya cukup memprihatinkan. Di sejumlah titik dapat ditemukan jalan berlubang dan tidak rata atau bergelombang.

Hal ini tentu bisa membahayakan pengguna jalan. Apalagi ruas jalan tersebut juga dilintasi kendaraan-kendaraan besar. Selain itu lebar jalan yang ada juga hanya cukup dilalui dua kendaraan saja.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”94″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Kondisi ini banyak dikeluhkan pengguna jalan. Salah satunya Larasati yang merupakan warga Tanjung. a�?Aktivitas saya bolak-balik Tanjung ke Mataram, dan tiap hari lewat jalan ini (Pusuk, red). Kalau bisa diperbaiki yang berlubang ini, karena kita juga takut kalau lewat apalagi kalau papasan sama truk,a�? ujarnya.

Meskipun jalan raya Pusuk ini tidak sempurna alias banyak yang berlubang, tetapi masih menjadi pilihan utama pengguna jalan. Karena jarak tempuhnya yang lebih pendek dibandingkan jika melewati jalan raya Senggigi-Pemenang.

Kepala Dinas PUPR Lombok Utara melalui Kabid Bina Marga Irvan mengungkapkan, untuk perbaikan ruas jalan Pusuk tidak bisa dilakukan Pemkab Lombok Utara. Ini karena jalan tersebut statusnya adalah jalan provinsi.

a�?Kita sudah coba ajukan dalam Musrenbang tingkat provinsi untuk perbaikan. Bahkan pelebaran juga,a�? ungkapnya, kemarin (26/7).

Namun untuk pelebaran jalan raya Pusuk tersebut rupanya masih sulit dilakukan. Karena kawasan tersebut masuk dalam wilayah hutan lindung.

Lebih lanjut, Irvan menjelaskan, saat ini jalan-jalan yang menuju ataupun berada di Lombok Utara terbagi menjadi empat kategori. Yakni, jalan provinsi, nasional, kabupaten, dan desa.

Sementara itu, untuk kemantapan jalan pada 2017 di Lombok Utara sudah mencapai 49 persen. Kondisi ini berbeda jauh dengan kemantapan jalan pada 2016 yang saat itu mencapai 90 persen lebih. Hal ini disebabkan karena pada 2017 keluar SK terbaru bupati tentang ruas jalan kabupaten dan ruas jalan desa menurut fungsinya yang dikeluarkan 7 Maret 2017.

A�a�?Pada SK tahun 2012 panjang jalan hanya 209 kilometer (km). Sedangkan di SK terbaru tahun 2017 panjang jalan meningkat menjadi 400,07 km,a�? jelasnya.

A�A�A� Untuk memenuhi sisa jalan yang belum berstatus mantap tersebut, pemkab pun pada 2017 sudah menganggarkan di APBD sebesar Rp 38 miliar lebih. Anggaran ini dipergunakan untuk peningkatan jalan sebesar Rp 28,34 miliar dan pemeliharaan jalan sebesar Rp 19 miliar lebih.

a�?Ini untuk jalan desa dan jalan kabupaten,a�? tegasnya.

A�A�A� Namun ada beberapa titik yang belum bisa disentuh peningkatan atau pelebaran. Ini karena harus ada proses pembebasan lahan, seperti jalan yang berada di Bangsal. Tetapi jika untuk perbaikan masih bisa dilakukan.

A�A�A� Berdasarkan data Dinas PUPR Lombok Utara, panjang jalan desa mencapai 99,74 km. Terdiri dari Kecamatan Pemenang 13,8 km yang tersebar di tujuh titik, Kecamatan Tanjung 24,04 km yang tersebar di 16 titik, Kecamatan Gangga 16,3 km yang tersebar di tujuh titik, Kecamatan Kayangan 16,5 km yang tersebar di enam titik, dan Kecamatan Bayan sepanjang 31,1 km yang tersebar di 11 titik.

A�A�A� Sementara itu, untuk jalan kabupaten yang masuk dalam SK bupati panjangnya mencapai 400,07 km. Sedangkan untuk jalan provinsi yang masuk wilayah Lombok Utara mencapai 9,78 km mulai dari Rembiga (batas kota) hingga Pemenang.

Untuk jalan nasional yang masuk kawasan Lombok Utara mencapai 84,4 km. Ruas jalan nasional ini berada di Mangsit hingga Pemenang sepanjang 19,38 km, Pemenang-Tanjung sepanjang 9,5 km, Tanjung-Bayan sepanjang 49,12 km, dan Bayan-Dasan Biluk sepanjang 6,4 km.

Lebih lanjut, Irvan mengatakan, ke depan panjang jalan nasional bisa bertambah. Terutama jika jalan lingkar utara (Jalinkra) yang saat ini sedang dalam proses pembebasan lahan khususnya di lokasi tahap II ditetapkan sebagai jalan nasional.

a�?Kenapa bisa jadi jalan nasional, karena dilihat dari lebar jalannya,a�? cetusnya.

Jalinkra yang mengambil di sisi pesisir pantai akan didesain dua jalur dengan lebar 20 meter. Rata-rata jarak dari bibir pantai berkisar 100 sampai 300 meter. Jika digabung dengan panjang Jalinkra tahap I, maka panjang keseluruhan Jalinkra akan melewati enam desa. Yakni, Desa Medana, Sokong, Tanjung, Jenggala, Gondang dan Genggelang sekitar 11 km lebih. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka