Ketik disini

Giri Menang Headline

Ribuan Liter Air Nira Disulap Jadi Tuak

Bagikan

GIRI MENANG-Lebih dari sepuluh ribu liter air nira di Lombok Barat (Lobar) disulap menjadi minuman keras tradisional (tuak). a�?Itu sehari lho,a�? kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid saat memberikan sambutan dalam Kunjungan Kerja Kementerian Perindustrian RI di Longseran, Desa Langko, Lingsar, Lobar, kemarin (26/7).

Melihat fakta ini, Pemkab Lobar pun berinisiatif mengubah pola pikir masyarakat. Terutama para pembuat tuak di Lobar. Caranya dengan mengundang Kementerian Perindustrian RI. a�?Kita ingin masyarakat mengubah air nira ini menjadi lebih bermanfaat. Baik secara produk maupun ekonomi,a�? kata Fauzan Khalid.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”86″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Dijelaskan, Lobar memiliki sentra industri rumah tangga yang tersebar di berbagai wilayah. Termasuk sentra indutsri gula aren yang tersebar di empat kecamatan dan meliputi 22 desa.

Artinya, sekitar 5,6 persen atau sebesar 5.781 rumah tangga bekerja di bidang industri kecil ini. Secara keseluruhan, potensi industri gula aren telah mampu menyerap tenaga kerja 2.058 orang dengan kapasitas produksi sebesar 1.418,5 ton per tahun.

a�?Desa Langko, Kecamatan Lingsar merupakan salah satu sentra industri gula aren, dan mendapat kehormatan dikunjungi oleh Kementerian Perindustrian RI,a�? paparnya.

Sementara itu, Dirjen Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian RI Gati Wibawaningsih mengaku bangga dengan Kabupaten Lobar. Menurutnya, bupati sudah berusaha sangat keras dalam meningkatkan nilai dari produk lokal.

a�?Karena itu produk ini tidak hanya sebatas gula aren saja, tapi juga gula semut. Produk ini nilai ekspornya juga sangat menjanjikan,a�? jelasnya.

Gati Wibawaningsih juga memuji bupati karena sudah membuat peraturan dalam bentuk Perbup. a�?Dimana semua yang dibiayai dari APBD, harus menggunakan produk lokal,a�? pujinya.

Sebab itu, dirinya berjanji akan menyupport pembangunan Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk produk gula semut yang ada di Lobar. Tidak hanya itu, untuk peralatannya juga akan dibantu pengadaannya oleh pemerintah pusat. a�?Sedangkan untuk pelatihannya, pihak kementerian akan bekerja sama dengan pemerintah provinsi,a�? tambah Gati.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lobar Agus Gunawan menambahkan, pihaknya mengapresiasi rencana pemerintah pusat tersebut. Guna menarik program Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat untuk membiayai pembangunan UPT gula semut di Desa Longseran, kata dia, akan disesuaikan dengan sarana prasarana serta pendampingan kelompok gula aren. a�?Kita dukung dan siap menyukseskan rencana pembangunan UPT,a�? tandasnya. (ewi/r5)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka