Ketik disini

Metropolis

Ini Dia, Segudang Persoalan Rastra

Bagikan

MATARAM-Distribusi Beras Sejahtera atau Rastra masih dibelit banyak persoalan. Mekanisme bantuan untuk masyarakat tidak mampu ini sejatinya sudah dimutakhirkan. Yakni dengan menggunakan kartu Kombo, Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Penggunaan kartu Kombo ini diyakini dapat meminimalisir kecurangan dalam distribusi beras oleh aparat desa atau kelurahan. Selain itu, membantu masyarakat penerima bantuan mendapat kualitas beras yang lebih baik.

a�?Karena kartu itu diisi saldo sebesar Rp 110 ribu,a�? terang Kepala Lingkungan Abian Tubuh Husnan, kemarin.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Tetapi bukan berarti persoalan sudah tuntas. Terbukti sejumlah fakta persoalan didapat di lapangan. Seperti kartu Kombo yang masih belum benar, baik dari segi nama maupun penerima. Lalu ada kartu Kombo yang ternyata saldonya masih nol rupiah.

Berikutnya, kualitas beras yang disediakan rekanan masih kurang bagus. Memiliki warna kekuning-kuningan dan berkutu. Sementara gula ada yang didapat basah. a�?Ada juga kartu Kombo yang belum selesai diverifikasi dan divalidasi,a�? terangnya.

Ketidaksinrkonan ini, lanjut Husnan, karena data yang digunakan mengacu pada Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) tahun 2011. Pada akhirnya karena kartu diterbitkan pada tahun 2016 tentu sudah banyak perubahan kondisi penduduk. a�?Jadi banyak yang tidak sinkron lagi,a�? tuturnya.

Mengatasi itu, ke depan data yang digunakan berdasarkan Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT). Data ini dinilai lebih riil sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini. Husnan yakin jika data itu yang digunakan, maka persoalan kesalahan data yang masih sering terjadi bisa diminimalisir.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Mataram HL Indra Bangsawan mengakui, kekeliruan dalam distribusi rastra karena ada persoalan di kartu Kombo. Dari total penerima rastra 25.680 KK yang terdiri dari 10.230 KK penerima PKH (Program Keluarga Harapan) dan 15.450 KK Non PKH, masih ada 9.207 KK Non PKH yang kartunya bermasalah.

a�?Kita berharap ada bantuan dari camat, lurah, dan kepala lingkungan supaya program yang belum setahun diluncurkan ini bisa dilaksanakan secara maksimal,a�? kata Indra.

Banyaknya keruwetan dalam distribusi rastra ini, membuat Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana ikut turun tangan. Ia lalu menginstruksikan semua pihak yang terlibat dalam program nasional ini berdialog menyamakan persepsi. a�?Harus ada kesamaan solusi atas persoalan ini,a�? kata Mohan.

Kekurangan-kekurangan yang ada, harus ditindaklanjuti. Agar rastra segera dapat disalurkan dengan semestinya dan tidak tertunda-tunda. Dalam hal ini bila ada kesalahan nama penerima, alamat, dan NIK misalnya, maka lurah setempat bisa menengahi dengan memberikan surat keterangan.

a�?Andaikata nama ada sedikit perbedaan, tapi Pak Lurah paham bahwa yang bersangkutan memang orang di maksud, Pak Lurah bisa memberikan surat keterangan supaya bisa cepat dilakukan distribusi. Harus cepat diselesaikan,a�? perintah Mohan.

Mohan akan tetap mengawal pelaksanaan penyaluran rastra. Saat ini rastra bisa digunakan untuk membeli 10 kilogram beras dan dua kilogram gula. Ke depan kartu ini diwacanakan bisa digunakan juga untuk membeli kebutuhan pokok yang lain.

a�?Kita harus saling mendukung lintas institusi yang terlibat dalam program nasional ini, target di minggu pertama bulan Agustus nanti semua sudah bisa dicairkan,a�? pintanya. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka