Ketik disini

Headline Tanjung

Gili Trawangan Kembali Diterjang Abrasi

Bagikan

TANJUNG-Gili Trawangan menjadi salah satu objek wisata favorit wisatawan saat berlibur ke Lombok. Sehingga Trawangan juga menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) bagi pemerintah. Namun pulau yang dikenal sebagai surga dunia itu kini terkikis karena mengalami abrasi di sejumlah titik.

Salah satu titik yang sudah tergerus abrasi berada di sebelah utara. Di wilayah ini hampir sudah tidak ada pantai yang bisa digunakan wisatawan untuk berjalan kaki. Apalagi saat air laut sedang pasang, akses otomatis akan tertutup.

a�?Biasanya kalau air pasang kita jadi susah. Yang naik sepeda ya diangkat sepedanya,a�? ujar Antok, salah seorang pekerja di restoran yang berada tepat di depan daerah abrasi, kemarin (28/7).

Menurutnya, jalan yang ada di depan restoran tersebut akan sulit dilewati saat air pasang. Sehingga mau tidak mau, wisatawan yang akan lewat harus ekstra hati-hati. Karena jalanan tersebut tertutup air laut. a�?Pagi itu saat pasang sudah susah orang lewat,a�? cetusnya.

Pantauan Lombok Post ini di lokasi, jika air laut pasang, pantai tidak bisa dilewati dengan berjalan kaki. Bahkan beberapa titik sudah tidak ada garis pantai lagi. Sehingga wisatawan yang akan lewat harus meniti jalan di tembok talud milik restoran yang berada di lokasi tersebut.

Di tengah laut, sekitar 50 meter dari daratan terlihat ada beton-beton yang dibangun sebagai pemecah gelombang. Tetapi sepertinya beton-beton itu sudah tidak bisa lagi mengatasi persoalan abrasi di sana.

Sementara itu, Kades Gili Indah H. Taufik membenarkan jika sejumlah titik di sebelah utara Gili Trawangan sudah terkena abrasi. Persoalan abrasi ini bahkan sudah terjadi sejak bertahun-tahun lalu. Namun sampai sekarang pemda tidak pernah turun untuk melihat keadaan dan mencari solusi. a�?Ini sudah dari zaman saya sebelum jadi kades,a�? ungkapnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”94″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Taufik bukanya tidak melakukan apapun, pihaknya mengaku setiap musrenbang kabupaten selalu menyampaikan persoalan ini. Namun belum ada tindakan apapun hingga sekarang. a�?Tidak hanya Gili Trawangan, abrasi di Gili Meno dan Gili Air juga kita sampaikan,a�? katanya.

Menurut Taufik, sebelum abrasi, wilayah tersebut memiliki pantai yang bisa dilewati wisatawan dengan berjalan kaki. Namun semakin hari terus tergerus air dan sekarang tidak memiliki garis pantai. a�?Dulu pantainya itu ada di beton-beton pemecah gelombang yang ada di tengah laut itu bukan sekarang ini. Air laut ini sudah jauh masuk ke pantai,a�? ungkapnya.

Bahkan Taufik mengklaim beton-beton pemecah gelombang yang ada tersebut dibangun oleh pengusaha dan Universitas Mataram (Unram). Tidak ada peran serta pemerintah daerah maupun provinsi untuk menjaga kelestarian Gili Trawangan. a�?Garis pantai yang sudah abrasi ada mencapai ratusan meter,a�? cetusnya.

Terpisah, Kabid Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Lombok Utara Rusdianto yang dikonfirmasi koran ini mengungkapkan, persoalan abrasi di Gili Trawangan ini akan disampaikan ke provinsi. Karena saat ini wilayah laut mulai titik 0 hingga 4 mil merupakan kewenangan provinsi. a�?Kita akan sampaikan ke provinsi dulu,a�? katanya.

Terkait solusi apa yang bisa diambil untuk mengatasi abrasi ini, menurut Rusdianto harus dilakukan kajian terlebih dulu. Agar jangan sampai dibuat pencegah abrasi tetapi menimbulkan dampak buruk lainnya. a�?Untuk mengatasi abrasi antara lain bisa pakai break water atau pemecah gelombang,a�? katanya.

Selain membangun pemecah gelombang, solusi lain untuk mengatasi abrasi adalah dengan menanam hutan bakau di pesisir pantai. Namun pilihan ini tidak bisa dilakukan karena kondisi pasir di Gili Trawangan tidak mendukung untuk ditanami pohon bakau. a�?Kita belum punya data berapa titik yang sudah abrasi. Tetapi secara kasat mata pantai di sana memang rawan abrasi,a�? pungkasnya. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka