Ketik disini

Kriminal

Simpan Pistol, Nelayan Ambalawi Diciduk Polisi

Bagikan

MATARAM-Seorang warga Desa Nida, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima dengan inisial ABK, 23 tahun, diamankan polisi, kemarin (28/7). Alasannya pemuda yang bekerja A�sebagai nelayan ini kedapatan memiliki senjata api (senpi) rakitan jenis pistol.

a�?Sudah diamankan oleh jajaran dari Polsek Ambalawi,a�? kata Kapolres Bima Kota AKBP Ahmad Nurman Ismail, kemarin.

Nurman mengatakan, senpi yang dimiliki ABK awalnya diinformasikan oleh masyarakat kepada petugas Polsek Ambalawi. Menindaklanjuti itu, Kapolsek Ambalawi Iptu Hasnun mendatangi kediaman ABK, di Dusun Ujung Harapan, Desa Nipa.

Ketika berada di lokasi, sekitar pukul 00.15 Wita, petugas langsung melakukan penggeledahan. Benar saja, satu pucuk senpi rakitan jenis pistol ditemukan petugas di dalam kamar ABK.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

a�?Informasi masyarakat ternyata benar, kita temukan senpi rakitan,a�? ujar Nurman.

Selain pistol rakitan, polisi juga mengamankan satu butir peluru sejenis M-16. Ada juga satu rangkai, berjumlah 51 butir, selongsong peluru yang sudah sudah berkarat.

a�?Ada satu peluru aktif yang kita temukan juga,a�? terang dia.

Lebih lanjut, setelah menemukan barang bukti tersebut, ABK digelandang ke Polsek Ambalawi. Di sana, pelaku menjalani pemeriksaan terkait motif kepemilikan senpi tersebut. Hanya saja, Nurman mengaku belum mendapat laporan terbaru mengenai perkembangan penyelidikan kasus ini.

a�?Untuk lebih rincinya, mungkin bisa hubungi Pak Suratno ,a�? kata Nurman.

Namun, ketika koran ini mencoba mengontak Ipda Suratno, Kasubbag Humas Polres Bima Kota, nomor yang bersangkutan ternyata tidak aktif. Pesan singkat yang Lombok Post kirimkan, juga tidak mendapat balasan. Mengenai ABK yang memiliki senpi rakitan tanpa izin, yang bersangkutan terancam hukuman 20 tahun penjara. Ini sesuai dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka